Skip to main content

OJK Bengkulu Gelar Acara Puncak Kolaborasi Antar Lembaga, Dorong Layanan Keuangan Inklusif untuk Disabilitas

OJK Bengkulu Gelar Acara Puncak Kolaborasi Antar Lembaga, Dorong Layanan Keuangan Inklusif untuk Disabilitas.Jumat(27/9)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>> Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu menyelenggarakan acara puncak Kolaborasi Antar Lembaga dengan tema "Meningkatkan Pelayanan bagi Disabilitas" di salah satu supermarket kawasan Pantai Panjang Bengkulu pada Kamis, 26 September 2024. Acara ini merupakan bagian dari upaya OJK untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang lebih luas, terutama bagi kelompok penyandang disabilitas.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, dalam sambutannya menyatakan bahwa OJK bersama dengan Industri Jasa Keuangan telah melakukan edukasi keuangan melalui road show ke delapan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan satu komunitas disabilitas di Provinsi Bengkulu. Lebih dari 700 orang dari kalangan disabilitas telah mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan dan akses layanan finansial.

“OJK berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kami juga telah mengeluarkan regulasi khusus yang fokus pada perlindungan konsumen disabilitas,” kata Ayu Laksmi.

Ia menambahkan, OJK terus mendorong standarisasi layanan keuangan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka memiliki akses yang setara terhadap layanan keuangan, serta perlindungan yang memadai atas hak-hak mereka sebagai konsumen.

"Kami mengajak seluruh pelaku industri jasa keuangan untuk aktif memastikan penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang setara dalam mengakses informasi dan layanan keuangan," lanjut Ayu.

Dalam acara tersebut, OJK dan industri jasa keuangan juga menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa tabungan, simpanan pelajar, serta asuransi kecelakaan diri kepada penyandang disabilitas yang hadir. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan di kalangan disabilitas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif OJK dan pelaku jasa keuangan yang telah melakukan edukasi keuangan secara inklusif. Ia menilai langkah ini sangat penting untuk menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat mendukung kegiatan literasi dan inklusi keuangan seperti ini, terutama karena disabilitas sering kali menjadi kelompok yang kurang terjangkau dalam hal akses layanan keuangan. Kegiatan ini sangat membantu mereka dalam mendapatkan hak yang sama,” ungkap Sekda Isnan.

Isnan juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas khusus yang memadai bagi penyandang disabilitas di lembaga jasa keuangan. Menurutnya, standar pelayanan yang ramah disabilitas harus diterapkan agar mereka dapat mengakses layanan dengan lebih mudah dan nyaman.

“Kami berharap adanya kolaborasi yang berkelanjutan antara OJK, industri jasa keuangan, dan lembaga terkait lainnya. Hal ini untuk memastikan penyandang disabilitas di Bengkulu mendapatkan akses dan pelayanan yang setara di sektor keuangan,” tambah Isnan.

Ia juga mengajak seluruh lembaga keuangan untuk berperan aktif dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan dengan menghadirkan program-program yang fokus pada disabilitas. “Kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.

Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam mendorong lebih banyak upaya kolaboratif antara OJK, pemerintah, dan sektor jasa keuangan dalam menyediakan layanan keuangan yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra