TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Prosesi pelepasan jemaah haji Kota Bengkulu tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi berlangsung penuh kehangatan dan keceriaan. Tidak hanya diwarnai suasana haru menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, momen tersebut juga dihiasi gelak tawa dan kebersamaan yang terasa begitu akrab.
Menariknya, perhatian masyarakat yang hadir justru tertuju pada penampilan para jemaah yang mengenakan seragam batik baru bermotif khas Bengkulu. Busana tersebut tampak mencolok dengan kombinasi warna merah dan hitam yang elegan, sekaligus memperkuat identitas daerah.
Setelah rangkaian acara seremonial selesai digelar, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, langsung dikerumuni oleh para jemaah. Mereka terlihat antusias, tidak hanya untuk bersalaman, tetapi juga ingin menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah kota, termasuk penyediaan seragam yang dinilai berkualitas.
Salah satu jemaah, yang diketahui merupakan pensiunan guru, menyampaikan kesannya secara langsung. Ia mengaku terkesan dengan konsistensi Pemerintah Kota Bengkulu dalam memberikan fasilitas kepada calon jemaah haji setiap tahunnya.
Menurutnya, perhatian tersebut tidak hanya sebatas pada kebutuhan utama perjalanan ibadah, tetapi juga menyentuh aspek kenyamanan dan kebanggaan, seperti penyediaan pakaian yang layak dan berkualitas.
“Dari dulu sampai sekarang, perhatian pemerintah luar biasa. Kami dapat seragam, dapat gamis, dan sekarang ada batik baru lagi. Bahannya bagus dan nyaman dipakai,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Pujian tersebut disambut santai oleh Wali Kota Dedy Wahyudi. Dengan gaya khasnya yang humoris, ia melontarkan candaan yang langsung mengundang tawa para jemaah, khususnya kaum ibu.
Ia berkelakar bahwa seragam batik yang dikenakan para jemaah memiliki “khasiat” tersendiri. Candaan tersebut sontak mencairkan suasana dan membuat momen pelepasan terasa semakin hangat.
“Kalau pakai batik ini bisa bikin awet muda. Umur 60 terasa 50, yang 50 jadi 40, bahkan yang 70 bisa seperti remaja,” ujarnya disambut gelak tawa.
Suasana keakraban pun semakin terasa ketika para jemaah memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama orang nomor satu di Kota Bengkulu tersebut. Momen swafoto menjadi bagian tak terpisahkan, dengan latar seragam batik yang tampak serasi dan menarik.
Kegiatan pelepasan yang berlangsung di Pendopo Merah Putih ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara pemerintah dan masyarakat dapat terjalin dengan baik melalui pendekatan yang humanis. Tidak hanya sekadar seremoni formal, acara ini juga menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kuat.
Selain itu, perhatian terhadap detail kecil seperti kualitas seragam ternyata mampu memberikan dampak besar bagi para jemaah. Mereka merasa lebih percaya diri dan bersemangat dalam menjalani perjalanan ibadah yang panjang menuju Tanah Suci.
Pemerintah Kota Bengkulu sendiri terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji setiap tahunnya. Mulai dari persiapan administrasi, fasilitas pendukung, hingga kebutuhan perlengkapan, semuanya diupayakan agar para jemaah dapat berangkat dengan nyaman dan tenang.
Dengan suasana pelepasan yang penuh kebahagiaan ini, diharapkan para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perhatian sederhana dari pemerintah dapat memberikan kesan mendalam, terutama bagi masyarakat yang tengah menjalankan ibadah penting dalam hidup mereka.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra