Skip to main content

Pemkab Bengkulu Tengah Gaspol Gerakan Indonesia ASRI, Lingkungan Wajib Tertata

Sekda Bengkulu Tengah Tegaskan ASRI Bukan Seremonial, Semua ASN Harus Bergerak

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memperkuat komitmennya dalam membangun lingkungan yang tertata dan berkelanjutan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi tindak lanjut Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Agenda tersebut digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Ruang Rapat Bupati pada Senin, 23 Februari 2026, sebagai bentuk keseriusan daerah dalam menerjemahkan arahan pemerintah pusat ke dalam aksi nyata di lapangan.

Rakor dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si. Turut hadir para asisten, staf ahli bupati, Inspektur Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta sejumlah perwakilan instansi vertikal dan pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor guna memastikan seluruh elemen pemerintahan bergerak dalam satu arah.

Dalam sambutannya, Sekda Tomi Marisi menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar agenda simbolik. Menurutnya, gerakan ini harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk menciptakan perubahan konkret pada kualitas lingkungan dan pola hidup masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan instruksi Presiden Republik Indonesia menjadi langkah operasional yang terukur.

Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), jajaran Forkopimda, instansi vertikal, kalangan dunia usaha, hingga masyarakat luas agar terlibat aktif dalam penataan lingkungan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Upaya tersebut, kata dia, harus dilakukan secara masif dan tidak bersifat sementara.

Dalam forum tersebut, dipaparkan empat fokus utama yang menjadi landasan implementasi Gerakan Indonesia ASRI di Bengkulu Tengah.

Pertama, aspek Aman yang menitikberatkan pada keamanan dan mitigasi risiko lingkungan. Pemerintah daerah mendorong penataan kawasan berbasis pengurangan risiko bencana, termasuk normalisasi saluran air untuk mencegah banjir serta penguatan sistem drainase. Selain itu, optimalisasi penerangan jalan umum juga menjadi perhatian guna meningkatkan rasa aman masyarakat pada malam hari. Pengendalian sampah dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) turut menjadi prioritas agar tidak menimbulkan ancaman kesehatan dan pencemaran lingkungan.

Kedua, pilar Sehat yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan lingkungan. Pemerintah akan memperkuat pengelolaan sanitasi dan memastikan akses air bersih yang layak bagi warga. Pengendalian pencemaran udara, air, dan tanah menjadi langkah strategis lainnya. Di sisi lain, Gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kembali digalakkan melalui edukasi dan sosialisasi di lingkungan perkantoran, sekolah, serta permukiman.

Ketiga, unsur Resik yang menekankan kebersihan secara terintegrasi. Setiap instansi diwajibkan melaksanakan kerja bakti rutin di lingkungan kerja masing-masing. Pengelolaan sampah berbasis sumber juga akan dioptimalkan melalui pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga dan perkantoran. Inspeksi berkala terhadap kebersihan fasilitas publik dan kantor pemerintahan akan dilakukan untuk memastikan standar kebersihan tetap terjaga.

Keempat, aspek Indah yang berorientasi pada estetika dan tata ruang. Pemerintah daerah mendorong penanaman pohon di berbagai titik strategis serta perluasan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai paru-paru kota. Penataan taman dan kawasan publik akan diperbaiki agar lebih nyaman dan menarik. Selain itu, penertiban reklame dan atribut luar ruang yang tidak sesuai aturan atau mengganggu keindahan kota akan dilakukan secara bertahap. Program peremajaan atap bangunan dari bahan seng ke material yang lebih estetis dan ramah lingkungan juga masuk dalam rencana jangka menengah.

Sekda menegaskan bahwa keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan sektor swasta. Oleh sebab itu, setiap OPD dan kecamatan diminta segera menyusun rencana aksi yang selaras dengan empat pilar utama tersebut.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap dapat menghadirkan wajah daerah yang lebih tertata, bersih, dan nyaman. Tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi para tamu dan investor yang datang. Lebih dari itu, langkah ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Bengkulu Tengah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di tingkat nasional.

Pewarta : Hasan 

Editing : Adi Saputra