Skip to main content

Pemkab Bengkulu Tengah Hadiri Lokakarya Sinergi Multipihak untuk Penguatan Hutan Berkelanjutan

Pemkab Bengkulu Tengah Hadiri Lokakarya Sinergi Multipihak untuk Penguatan Hutan Berkelanjutan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID<<<>>>  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengantisipasi dampak perubahan iklim. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Sugeng Oswari, S.Kom., M.Si, dalam kegiatan Lokakarya Sinergi Multipihak dalam Penguatan Pengelolaan Hutan Secara Berkelanjutan sebagai Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim. Acara ini berlangsung di Hotel Two Kazana Style Bengkulu, Kamis (11/09/2025).

Lokakarya tersebut menjadi forum penting bagi pemerintah daerah, lembaga legislatif, akademisi, petani, hingga komunitas masyarakat untuk bersama-sama menyatukan langkah dalam menjaga ekosistem hutan di Provinsi Bengkulu. Mengingat Bengkulu termasuk daerah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana iklim, pengelolaan hutan yang berkelanjutan dianggap menjadi salah satu solusi kunci.

Dalam kesempatan itu, Sugeng Oswari menyampaikan bahwa Pemkab Bengkulu Tengah selalu mendorong upaya pelestarian lingkungan, tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga lewat program pemberdayaan masyarakat. “Kami menyadari bahwa keberadaan hutan memiliki peran vital, tidak hanya bagi ekosistem, tetapi juga dalam menjaga sumber kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi multipihak ini harus benar-benar terwujud dalam bentuk aksi nyata,” ujarnya.

Acara turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denny, S.H., M.M, yang mewakili Gubernur Bengkulu. Dalam sambutannya, Denny menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, menjaga kelestarian hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga memerlukan keterlibatan penuh masyarakat, swasta, serta organisasi masyarakat sipil. “Perubahan iklim sudah kita rasakan dampaknya. Jika hutan kita rusak, maka bencana seperti banjir, longsor, dan kekeringan akan semakin sering terjadi. Karena itu, kolaborasi multipihak ini sangat penting,” tegasnya.

Selain pemerintah daerah, hadir pula Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, perwakilan bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu, kepala dinas terkait, kelompok tani, hingga tamu undangan dari berbagai organisasi. Keterlibatan para petani dalam lokakarya ini menjadi poin penting, mengingat mereka merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan pengelolaan lahan.

Diskusi dalam lokakarya menekankan sejumlah strategi, di antaranya penguatan regulasi pengelolaan hutan, peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi lingkungan, serta dorongan pemanfaatan hutan secara lestari dan produktif. Para peserta juga menyoroti perlunya inovasi dalam pemanfaatan lahan yang mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan.

Sugeng menambahkan bahwa Pemkab Bengkulu Tengah terus membuka ruang dialog bersama masyarakat untuk menemukan solusi yang tepat. Program pemberdayaan masyarakat sekitar hutan menjadi prioritas, agar mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek utama dalam menjaga kelestarian hutan. “Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari hutan yang terjaga. Dengan begitu, mereka akan terdorong untuk ikut melestarikan,” katanya.

Lokakarya yang berlangsung sehari penuh ini menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat kerja sama antar-pihak. Salah satunya adalah pembentukan forum komunikasi lintas sektor yang akan menjadi wadah koordinasi berkelanjutan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Bengkulu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak dapat bergerak bersama menjaga keberlanjutanhutan Bengkulu, sehingga generasi mendatang tetap bisa menikmati manfaat lingkungan yang sehat dan lestari.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra