TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi terkait guna memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tetap stabil di tengah masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Tengah menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, hingga masyarakat. Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.
Dalam rapat koordinasi yang membahas strategi penguatan cadangan pangan pemerintah daerah, Sekda menyoroti pentingnya langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga sejumlah komoditas strategis. Pemerintah daerah, kata dia, harus memiliki kesiapan dalam menjaga pasokan pangan agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu gejolak harga di pasar.
“Pemerintah daerah terus berupaya melakukan berbagai langkah konkret, termasuk menggelar pasar murah serta memastikan ketersediaan cadangan pangan guna menjaga stabilitas harga di pasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan cadangan pangan pemerintah memiliki peran vital sebagai instrumen pengendali ketika terjadi gangguan distribusi, bencana alam, maupun kenaikan permintaan yang berpotensi menyebabkan lonjakan harga. Dengan cadangan pangan yang memadai, pemerintah dapat melakukan intervensi secara cepat sehingga masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Selain itu, pelaksanaan pasar murah juga menjadi salah satu program yang dinilai efektif dalam membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga bahan pangan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar sehingga mampu meringankan beban ekonomi rumah tangga.
Sekda menambahkan, pengendalian inflasi daerah tidak hanya berfokus pada aspek harga, tetapi juga berkaitan erat dengan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang. Oleh karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga dan stok pangan di berbagai wilayah untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan harus terus diperkuat. Keterlibatan instansi teknis, Badan Pangan Nasional, Bulog, pelaku distribusi, serta kelompok tani menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
“Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap tingkat inflasi daerah,” katanya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan produksi pertanian lokal sebagai langkah jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan. Dengan meningkatnya produksi komoditas unggulan daerah, ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah dapat dikurangi sehingga stabilitas harga menjadi lebih terjaga.
Dalam forum tersebut, berbagai masukan dan rekomendasi turut dibahas sebagai bagian dari upaya menyusun langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Pemerintah berharap setiap kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata terhadap stabilitas harga, ketersediaan pangan, serta kesejahteraan masyarakat.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menargetkan lahirnya langkah-langkah konkret untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah daerah, mengantisipasi gejolak harga komoditas, serta meningkatkan efektivitas program pengendalian inflasi. Dengan demikian, stabilitas ekonomi daerah dapat terus terjaga dan masyarakat memperoleh kepastian terhadap ketersediaan kebutuhan pokok sehari-hari.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra