Skip to main content

Pemkot Bengkulu Buka Rekening Donasi untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pemkot Bengkulu Buka Rekening Donasi untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi membuka rekening donasi khusus untuk membantu korban bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus ajakan solidaritas dari Pemkot Bengkulu kepada seluruh masyarakat untuk turut serta meringankan beban para korban di tiga provinsi tersebut.

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dalam keterangannya pada Jumat (05/12), menjelaskan bahwa pembukaan rekening donasi ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi warga yang ingin menyalurkan bantuan. Menurutnya, masyarakat Bengkulu selama ini dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi dan selalu bergerak cepat ketika terjadi bencana di daerah lain.

“Rekening tersebut disediakan untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan bantuan kepada para korban terdampak,” ujar Dedy. Ia menegaskan bahwa inisiatif penggalangan dana ini bukan hanya sekadar respons cepat pemerintah, tetapi juga cerminan nilai kemanusiaan yang dijunjung oleh masyarakat Bengkulu.

Dedy juga mengajak warga dari berbagai kalangan untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan ini. Ia menekankan bahwa besarnya nilai bantuan bukanlah faktor utama, sebab setiap kontribusi memiliki makna yang sangat berharga bagi para korban yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka pascabencana.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita. Berapa pun nilainya, bantuan yang disalurkan melalui rekening donasi Kota Bengkulu Peduli akan disalurkan langsung ke wilayah yang terdampak bencana,” katanya.

Untuk mempermudah akses masyarakat, Pemkot Bengkulu menyediakan rekening donasi di Bank Bengkulu dengan nomor 0010201483611 atas nama KOTA BENGKULU PEDULI. Selain melalui transfer bank, pemerintah juga membuka opsi donasi menggunakan Qris dengan nama yang sama. Metode pembayaran digital ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan transaksi non-tunai.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy menyampaikan bahwa seluruh dana yang terhimpun akan dikumpulkan hingga tanggal 8 Desember 2025. Setelah proses penggalangan dana selesai, bantuan akan diberangkatkan menuju daerah-daerah terdampak pada 10 Desember 2025.

“Kami akan antarkan langsung bantuan pada 10 Desember 2025. Tanggal 8 menjadi batas akhir penggalangan dana,” jelasnya.

Pemkot Bengkulu menargetkan pengumpulan dana sebesar Rp 200 juta untuk tingkat kota. Sementara itu, secara keseluruhan, penggalangan dana tingkat provinsi ditargetkan dapat mencapai Rp 3 miliar. Target tersebut dinilai realistis mengingat tingginya antusiasme masyarakat Bengkulu dalam berbagai kegiatan sosial sebelumnya.

Melalui aksi kemanusiaan ini, Pemkot Bengkulu berharap dapat memberikan dukungan nyata bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. Dedy menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam meringankan beban korban serta mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

Dengan dibukanya rekening donasi dan berbagai kanal penggalangan bantuan lainnya, Pemkot Bengkulu mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian dan empati. Pemerintah memastikan seluruh bantuan akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi para korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra