TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui sejumlah pejabat terkait mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (7/7/2025). Rakor yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan diikuti oleh seluruh pemerintah daerah se-Indonesia.
Dari Kota Bengkulu, Rakor digelar di Ruang Monitoring Center Dinas Kominfo. Hadir mengikuti kegiatan ini Asisten II Setda Kota Bengkulu, Sehmi, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Rosminiarty, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Adriansyah, serta sejumlah pejabat teknis lainnya dari lingkungan Pemkot Bengkulu.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok. Ia menyampaikan bahwa inflasi masih menjadi tantangan nasional, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pangan seperti beras, cabai, dan bawang, yang berpotensi mengganggu daya beli masyarakat.
“Rakor TPID ini merupakan langkah konkret untuk memantau dan mengendalikan laju inflasi di masing-masing daerah. Kepala daerah harus aktif memonitor harga dan pasokan, serta berkoordinasi lintas sektor agar penanganan inflasi lebih efektif,” ujar Tito.
Tito juga mendorong pemda agar mengoptimalkan pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung program-program pengendalian inflasi, seperti subsidi ongkos distribusi pangan, operasi pasar, hingga pemberdayaan petani lokal. Menurutnya, pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pusat, melainkan juga peran penting dari pemerintah daerah.
Menanggapi arahan tersebut, Asisten II Sehmi menyatakan bahwa Pemkot Bengkulu akan terus memperkuat koordinasi lintas OPD untuk mendukung upaya pengendalian inflasi. Pihaknya akan mengintensifkan pemantauan harga pasar serta memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar, khususnya menjelang momen-momen penting seperti Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Kita komitmen mendukung TPID secara maksimal. Selama ini Pemkot sudah melakukan berbagai langkah, mulai dari gelar pasar murah, penguatan ketahanan pangan lokal, hingga intervensi harga komoditas strategis,” ujar Sehmi.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Adriansyah, menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan ketersediaan stok pangan dari hasil produksi lokal. Ia mengaku optimistis bahwa ketahanan pangan Kota Bengkulu dapat mendukung stabilitas harga di tengah potensi gejolak pasokan.
“Kami akan terus berdayakan kelompok tani, memfasilitasi distribusi hasil panen, serta memperluas akses pasar bagi petani lokal,” jelas Adriansyah.
Rakor ini diakhiri dengan evaluasi singkat terkait capaian pengendalian inflasi di masing-masing daerah, serta pembahasan strategi lanjutan untuk menghadapi potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun. Pemerintah pusat menegaskan akan terus memantau kinerja TPID daerah dan memberikan pendampingan teknis yang diperlukan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra