TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali melakukan penyesuaian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (P-APBD) tahun 2025. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa pergeseran anggaran tersebut dilakukan sebagai langkah nyata untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur dasar.
Dedy menjelaskan, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) mendapat tambahan alokasi anggaran yang bersumber dari hasil pergeseran. Salah satunya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang memperoleh tambahan Rp8,5 miliar. Dana itu diprioritaskan untuk perbaikan jalan dan drainase di sejumlah titik. “Kita ingin memastikan akses jalan yang baik serta mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di musim penghujan,” ujar Dedy, Selasa (30/9).
Selain PUPR, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga mendapat tambahan anggaran Rp200 juta. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang masih menjadi persoalan di beberapa wilayah kota. Menurut Wali Kota, program ini menjadi penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan kelayakan tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah.
Di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan turut mendapatkan tambahan anggaran untuk perbaikan sarana belajar. Tiga sekolah dasar menjadi prioritas, yakni SD Negeri 71, SD Negeri 20, dan SD Negeri 41. Rehabilitasi ini diharapkan dapat mendukung kualitas proses belajar mengajar sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman bagi siswa.
Tidak hanya itu, Dinas Perhubungan juga memperoleh kucuran tambahan Rp1,2 miliar yang difokuskan untuk pembangunan dan perawatan lampu jalan. Menurut Dedy, keberadaan lampu penerangan jalan umum sangat vital karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat serta menciptakan rasa aman saat beraktivitas di malam hari.
Wali Kota menegaskan, seluruh pergeseran anggaran dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat. Ia mencontohkan, dari total tambahan anggaran tersebut, sekitar Rp3,5 miliar diarahkan khusus untuk penataan kawasan rawan banjir di Kelurahan Kebun Tebeng. “Kalau rakyat meminta jalan, drainase, atau lampu jalan, itu yang kita dahulukan. Karena anggaran ini bukan untuk kepentingan kita, melainkan untuk memenuhi janji dan harapan rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedy menuturkan bahwa total ada 24 titik jalan yang akan diperbaiki melalui P-APBD 2025. Program ini dipandang strategis untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi. “Infrastruktur jalan yang baik tentu berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang, jasa, dan aktivitas perdagangan masyarakat,” tambahnya.
Pemkot berharap, dengan disahkannya P-APBD 2025, pembangunan yang dilaksanakan dapat lebih tepat sasaran. Fokus utama diarahkan pada sektor yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. “Harapan kami, masyarakat bisa segera merasakan hasil dari pembangunan ini. Prinsipnya, setiap rupiah anggaran yang digeser harus kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata,” tutup Dedy.
Melalui kebijakan ini, Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada pelayanan publik. P-APBD 2025 diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperbaiki lingkungan pemukiman, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra