Skip to main content

Pemkot Bengkulu Libatkan Santri ICBS dalam Program Keagamaan

sisten I Setda Kota Bengkulu Alex Periyansyah bersama Kabag Kesra Harry Iswahyudi dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerima kunjungan rombongan santri Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh dalam rangka ICBS Fellowship Program 2026, Selasa (20/10/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>   Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Dukungan tersebut ditunjukkan saat menerima kunjungan silaturahmi rombongan santri Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh, Sumatera Barat, Selasa sore (20/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan para pelajar asal Bengkulu yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

Rombongan berjumlah 10 orang tersebut diterima oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Alex Periyansyah. Dalam pertemuan itu, Alex didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Harry Iswahyudi serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu.

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang bagi para santri untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat di kampung halaman sekaligus mengambil bagian dalam kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Kedatangan para santri merupakan bagian dari ICBS Fellowship Program 2026 yang mengusung tema A Journey of Leadership, Action, and Impact. Program ini memberikan kesempatan kepada santri asal Bengkulu, mulai dari kelas VII hingga kelas XII, untuk mengisi masa kepulangan mereka dengan kegiatan pengabdian di daerah sendiri.

Selama berada di Bengkulu, para peserta memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan yang berlangsung di lingkungan tempat tinggal mereka.

Program tersebut juga menjadi sarana bagi para pelajar untuk menerapkan nilai-nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab yang diperoleh selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Dengan keterlibatan langsung di tengah masyarakat, para santri diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membangun kepekaan terhadap kebutuhan sosial dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal.

Dalam sambutannya, Alex Periyansyah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang melibatkan pelajar asal Bengkulu tersebut. Menurutnya, kegiatan pengabdian seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam mendorong partisipasi generasi muda pada berbagai aktivitas positif.

Ia menjelaskan bahwa para santri akan berada di Bengkulu selama kurang lebih dua minggu dalam masa liburan sekaligus menjalankan kegiatan pengabdian. Waktu tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengikuti sejumlah agenda yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat.

Alex juga menyampaikan bahwa Pemkot Bengkulu memiliki sejumlah kegiatan bernuansa religius yang dapat menjadi ruang keterlibatan para peserta program ICBS Fellowship.

Salah satu kegiatan yang disebutkannya adalah program unggulan Three in One dari Wali Kota Bengkulu, termasuk kegiatan takziah malam yang menjadi bagian dari aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat.

“Kami menyambut baik program ini. Kebetulan anak-anak kita yang bersekolah di ICBS ini sedang pulang ke Bengkulu selama dua minggu untuk masa liburan. Pemerintah Kota Bengkulu memiliki banyak program religius, salah satunya kegiatan takziah malam melalui program unggulan Three in One dari Bapak Wali Kota. Kita akan ikut sertakan para santri dalam kegiatan keagamaan ini dan program religius lainnya,” ujar Alex.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah kota ingin memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengambil peran dalam kegiatan kemasyarakatan, sekaligus memperluas pengalaman mereka di luar lingkungan pendidikan formal.

Alex berharap para peserta dapat menjalankan masa pengabdian dengan sungguh-sungguh. Kepulangan ke daerah asal dinilai sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat serta mempraktikkan nilai-nilai positif yang telah dipelajari selama berada di lingkungan pendidikan.

Keterlibatan dalam kegiatan keagamaan juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, dan rasa tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda.

Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mendorong munculnya partisipasi aktif anak muda dalam kehidupan bermasyarakat. Para santri dapat belajar memahami persoalan di lingkungan sekitar sekaligus mengenali bentuk kontribusi yang dapat mereka lakukan sesuai kemampuan.

Melalui kolaborasi ini, Pemkot Bengkulu berharap masa liburan para pelajar tidak hanya diisi dengan kegiatan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengalaman pengabdian tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para santri untuk mengembangkan karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial pada masa mendatang.

Pertemuan dengan rombongan ICBS Payakumbuh pun menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang berkarakter, peduli, serta siap memberikan dampak positif bagi daerah asalnya.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra