Skip to main content

Pemkot Bengkulu Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Inovasi Digital AFRINA

Pemkot Bengkulu Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Inovasi Digital AFRINA

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan keseriusannya dalam upaya pencegahan stunting dengan memperluas intervensi kesehatan sejak fase pranikah. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkot kini mendorong penerapan Model AFRINA (Anemia Free Integrated Network Approach) sebagai salah satu strategi unggulan untuk menekan risiko stunting sejak hulu, yakni dengan memastikan calon pengantin terbebas dari anemia.

Langkah ini dinilai strategis mengingat anemia pada wanita usia subur masih menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kehamilan berisiko dan kelahiran anak dengan gangguan pertumbuhan. Dengan pendekatan terintegrasi dan berbasis digital, Model AFRINA diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menyampaikan bahwa kesiapan kesehatan calon pengantin, khususnya calon pengantin perempuan, merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, pencegahan stunting tidak bisa hanya berfokus pada masa kehamilan atau balita, tetapi harus dimulai jauh sebelum itu.

“Upaya penurunan stunting harus dimulai sejak prakonsepsi. Salah satunya dengan memastikan kadar hemoglobin calon pengantin berada pada kondisi normal. Model AFRINA sangat relevan karena memberikan pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi,” ujar Nelli, Selasa (20/1/2026).

Model AFRINA merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Afrina Mizawati, S.K.M., S.S.T., M.P.H., seorang akademisi sekaligus praktisi kesehatan masyarakat. Inovasi ini diwujudkan dalam bentuk aplikasi digital yang dirancang untuk memudahkan proses skrining, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut kesehatan calon pengantin yang terindikasi anemia.

Melalui sistem ini, data kesehatan calon pengantin dapat tercatat secara lebih rapi dan terpantau secara berkelanjutan. Salah satu keunggulan AFRINA adalah kemampuannya dalam mendukung deteksi dini, sehingga calon pengantin yang memiliki kadar Hb rendah dapat segera mendapatkan intervensi sebelum memasuki masa kehamilan.

Selain itu, AFRINA juga mengintegrasikan materi edukasi kesehatan yang berfokus pada pentingnya asupan gizi seimbang, konsumsi makanan kaya zat besi, serta kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku calon pengantin terhadap kesehatan reproduksi mereka.

Keunggulan lainnya terletak pada sistem jaringan terpadu yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tenaga kesehatan di Puskesmas, kader kesehatan, penyuluh agama di Kantor Urusan Agama (KUA), hingga perangkat kelurahan. Dengan konektivitas ini, proses pengawasan dan pendampingan calon pengantin dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh.

Nelli menegaskan bahwa keberhasilan penerapan Model AFRINA tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara layanan kesehatan dan institusi terkait menjadi kunci agar tidak ada calon pengantin yang luput dari pemantauan kesehatan pranikah.

“Kami ingin memastikan setiap calon pengantin di Kota Bengkulu mendapatkan layanan skrining kesehatan yang optimal sebelum menikah. Dengan sistem yang terintegrasi, pengawasan akan lebih mudah dan intervensi bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Ia berharap, melalui penguatan Model AFRINA, prevalensi anemia pada wanita usia subur di Kota Bengkulu dapat ditekan secara signifikan. Dampak jangka panjangnya, angka stunting di daerah ini juga diharapkan terus menurun seiring dengan meningkatnya kualitas kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan.

Implementasi Model AFRINA menjadi bukti nyata komitmen Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dalam memanfaatkan inovasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih preventif, terukur, dan berkelanjutan, Pemkot Bengkulu optimistis dapat mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat dan bebas stunting.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra