TEROPOINGPUBLIK.CO.ID <<>> Pemerintah Kota Bengkulu akan segera memulai proyek penataan Pasar Barukoto I dan Barukoto II dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang menyatakan bahwa kegiatan groundbreaking akan segera dilakukan sebagai tanda dimulainya proses pembangunan kembali dua pasar tradisional tersebut. Penataan ini ditargetkan rampung pada November 2025.
“Insya Allah dalam waktu dekat akan kita lakukan groundbreaking. Sekaligus nanti akan kita ekspos progres penataan Pasar Barukoto I, Barukoto II, dan juga kawasan Belungguk Point. Kami menargetkan seluruh pekerjaan ini selesai pada November tahun depan,” ujar Dedy, Senin (4/8/2025).
Dedy menambahkan, revitalisasi kedua pasar tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam menciptakan kawasan perdagangan yang tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun para pedagang. Selain Barukoto, pemerintah juga telah menyusun rencana lanjutan untuk menata pasar-pasar lain yang tersebar di wilayah kota.
“Setelah penataan Pasar Barukoto I dan II rampung, kami akan langsung lanjutkan ke pasar lainnya. Fokus kami berikutnya adalah Pasar Panorama dan Pasar Minggu. Tahap awal ini kita mulai dari Barukoto, kemudian tahun 2026 giliran Panorama dan Minggu,” jelasnya.
Menurut Dedy, penataan pasar bukan hanya soal mempercantik fasilitas, tapi juga membangun kembali semangat ekonomi masyarakat melalui ruang-ruang publik yang tertata. Dengan lingkungan pasar yang lebih baik, kenyamanan dan keamanan pengunjung serta pedagang diharapkan meningkat, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian daerah.
Namun, pembenahan tidak hanya terbatas pada pasar-pasar tradisional. Pemkot Bengkulu juga tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali pusat-pusat perbelanjaan modern yang selama ini terbilang sepi, seperti Mega Mall dan Pasar Tradisional Modern (PTM). Dedy menyebut kedua lokasi tersebut masih memiliki potensi besar untuk menjadi pusat aktivitas perdagangan yang ramai, asalkan didukung oleh kerja sama berbagai pihak.
“Kami melihat Mega Mall dan PTM sebenarnya punya potensi besar untuk hidup kembali. Tapi memang ini butuh kerja keras dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, saya akan mengarahkan sebanyak mungkin kegiatan Pemerintah Kota Bengkulu agar dilaksanakan di Mega Mall, supaya bisa menarik kembali minat masyarakat berkunjung ke sana,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan imbauan tegas kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang masih memilih berjualan di luar area yang telah disediakan. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak melarang warga untuk berdagang, tetapi aktivitas jual beli harus dilakukan di tempat yang sesuai aturan dan tidak mengganggu ketertiban umum.
“Pedagang tidak dilarang untuk berjualan, tapi tolong jangan lagi di jalanan atau trotoar. Mari kita manfaatkan PTM sebagai tempat berdagang. Kita harus bersama-sama mendukung upaya pemerintah untuk menata kota ini. Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim, bahkan Kapolda juga mendukung langkah ini. Bagi yang melanggar aturan akan kami tindak tegas,” tegas Dedy.
Dengan komitmen kuat dari Pemerintah Kota Bengkulu dan dukungan dari aparat keamanan, diharapkan proses penataan pasar dan pusat perdagangan lainnya dapat berjalan lancar serta membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Proyek ini menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan Kota Bengkulu ke depan, yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra