Skip to main content

Pemkot Kotamobagu Siapkan Kawasan UMKM Terpadu di Eks Kantor Bupati Bolmong, Wali Kota Weny Gaib Dorong Transformasi Ekonomi Kerakyatan

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menyampaikan rencana pengembangan kawasan UMKM terpadu saat menjadi narasumber dalam talk show “Gita Bicara, Wali Kota Mendengar” bertema Transformasi Ekonomi Kerakyatan di Pelataran Kampus UDK, Sabtu (13/6/2026) malam. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kotamobagu memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Di tengah upaya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah, pengembangan UMKM tetap menjadi program prioritas yang mendapat perhatian khusus.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan talk show bertajuk “Gita Bicara, Wali Kota Mendengar” yang mengangkat tema Transformasi Ekonomi Kerakyatan. Kegiatan yang berlangsung di pelataran Kampus Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), Sabtu (13/6/2026) malam, dihadiri berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, pelaku usaha, tokoh masyarakat hingga jajaran pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Weny mengungkapkan bahwa Pemkot Kotamobagu telah menyiapkan anggaran khusus pada tahun 2026 untuk melakukan penataan kawasan eks Kantor Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong). Lokasi tersebut direncanakan menjadi sentra UMKM yang lebih modern, nyaman, dan representatif bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek aksesibilitas agar kawasan tersebut mudah dijangkau dari berbagai arah.

“Kami telah mengalokasikan anggaran untuk membenahi area halaman yang cukup luas di kawasan ini. Nantinya lokasi tersebut akan difungsikan sebagai pusat kegiatan UMKM yang lebih tertata dan mampu mendukung pertumbuhan usaha masyarakat,” ujar Weny Gaib.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang sedang dikaji bersama tim perencana adalah membuka akses masuk yang lebih luas ke kawasan tersebut. Dengan adanya beberapa jalur masuk yang memadai, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses pusat UMKM sehingga aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih optimal.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir. Tepuk tangan meriah terdengar saat Wali Kota menyampaikan visi pengembangan kawasan UMKM yang diyakini mampu menjadi ruang baru bagi para pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

Talk show tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pandangan dari berbagai perspektif. Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu, Putri Damayanti Potabuga, turut memaparkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan pelaku UMKM, Ibnu Malik, menyampaikan berbagai tantangan yang selama ini dihadapi para pelaku usaha, mulai dari pemasaran, akses permodalan hingga kebutuhan fasilitas usaha yang memadai. Ia berharap program yang direncanakan pemerintah dapat menjadi solusi nyata untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Kotamobagu.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan antara pemerintah, akademisi, generasi muda, dan pelaku usaha. Berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat memperkuat kebijakan pembangunan ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan strategis tersebut juga mendapat dukungan penuh dari unsur keamanan. Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, S.I.K., M.H., hadir langsung untuk memastikan acara berjalan aman dan lancar. Kehadiran aparat keamanan menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai program pembangunan daerah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Kotamobagu turut mengikuti jalannya kegiatan. Mereka diharapkan dapat segera menindaklanjuti arahan Wali Kota terkait penyusunan regulasi, penganggaran, hingga konsep teknis penataan kawasan UMKM yang akan dikembangkan.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Kotamobagu optimistis sektor UMKM akan semakin berkembang dan mampu menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Pengembangan kawasan UMKM terpadu di eks Kantor Bupati Bolmong diharapkan tidak hanya menciptakan ruang usaha yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang kerja baru serta meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat regional maupun nasional.

Pewarta : Gusman 

Editing : Adi Saputra