Skip to main content

Pencarian Warga Bengkulu Tenggelam di Pantai Muara Jenggalu Terus Dilakukan

Pencarian Warga Bengkulu Tenggelam di Pantai Muara Jenggalu Terus Dilakukan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Upaya pencarian terhadap seorang warga Kota Bengkulu yang dilaporkan tenggelam di kawasan Pantai Muara Jenggalu, Pasir Putih, masih berlangsung hingga Senin pagi (6/4/2026). Tim gabungan dari berbagai instansi terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya.

Korban diketahui bernama Sapril (53), yang akrab disapa Ujang Sidik. Ia diduga tenggelam saat mencari ikan di perairan sekitar muara bersama seorang rekannya pada Minggu sore (5/4/2026). Insiden tersebut terjadi ketika perahu kecil yang mereka gunakan diterpa angin kencang hingga oleng.

Rekan korban bernama Beri (62) berhasil menyelamatkan diri setelah berenang menuju tepian pantai. Namun, Sapril diduga terhempas ke laut dan hingga kini belum ditemukan.

Wakil Wali Kota Turun Langsung Pimpin Operasi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, menjelaskan bahwa tim penyelamat segera bergerak begitu menerima laporan dari masyarakat.

Menurutnya, Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny P. L. Tobing, bahkan turun langsung ke lokasi untuk memimpin koordinasi dan memastikan proses pencarian berjalan maksimal.

“Sekitar pukul 16.00 WIB kami dihubungi langsung oleh Pak Wakil Wali Kota untuk segera menuju lokasi kejadian. Setelah itu kami langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Damkar dan Tagana, untuk melakukan pencarian,” ujar Made Ardana.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Wakil Wali Kota di lokasi menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keselamatan warga sekaligus memastikan seluruh tim bekerja secara terkoordinasi.

Tim Gabungan Kerahkan Perahu Karet dan Perahu Fiber

Dalam operasi pencarian tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan pendukung untuk mempercepat proses penyisiran di perairan sekitar muara.

Satu unit perahu karet milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan diterjunkan ke lokasi untuk menjangkau area laut yang lebih luas. Selain itu, BPBD Kota Bengkulu juga mengoperasikan satu unit perahu fiber untuk membantu proses pencarian.

Tim penyelamat kemudian melakukan penyisiran secara intensif hingga menjelang waktu magrib. Namun hingga saat itu korban belum berhasil ditemukan.

Kondisi cuaca yang kurang bersahabat sempat membuat proses pencarian dihentikan sementara selama kurang lebih satu jam. Setelah situasi dinilai memungkinkan, operasi kembali dilanjutkan hingga malam hari.

Posko Penyelamatan Didirikan di Kawasan Jenggalu

Untuk mendukung operasi pencarian, tim gabungan juga mendirikan posko penyelamatan di kawasan Jenggalu. Posko ini menjadi pusat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.

Di posko tersebut bergabung berbagai pihak, termasuk personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, serta relawan dari masyarakat setempat.

“Melalui posko ini kami melakukan pemantauan sekaligus mengatur strategi penyisiran di lapangan. Pencarian terus berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB pada malam hari,” jelas Made.

Ia juga mengungkapkan bahwa Wakil Wali Kota Bengkulu tetap berada di lokasi hingga malam untuk memberikan arahan kepada tim penyelamat.

Penyisiran Dilanjutkan Sejak Pagi Hari

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Dua tim kembali diturunkan menggunakan perahu untuk menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian.

Satu tim berasal dari BPBD Kota Bengkulu, sementara tim lainnya merupakan personel dari Dinas Pemadam Kebakaran. Penyisiran difokuskan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat sebelum tenggelam.

Selain itu, masyarakat sekitar juga ikut membantu memberikan informasi dan memantau kemungkinan korban terbawa arus ke wilayah lain di sekitar pantai.

Korban Diduga Terhempas Akibat Angin Kencang

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi di lapangan, peristiwa ini bermula ketika korban dan rekannya tengah mencari ikan menggunakan sampan di kawasan muara.

Namun tiba-tiba angin bertiup cukup kencang sehingga membuat perahu kecil yang mereka gunakan menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut menyebabkan perahu oleng dan korban diduga terjatuh ke laut.

Rekan korban berhasil berenang menuju tepian pantai, namun Sapril tidak terlihat kembali ke permukaan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian di perairan sekitar Pantai Muara Jenggalu. Pihak BPBD berharap korban dapat segera ditemukan agar keluarga mendapatkan kepastian.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra