Skip to main content

PMI Bengkulu Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Sumatera

PMI Bengkulu Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Sumatera

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan mengirim bantuan tanggap darurat bagi korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengiriman bantuan dilakukan pada Kamis (5/12) secara resmi dilepas oleh Plt Ketua PMI Provinsi Bengkulu, Hendarini, didampingi penasihat PMI Hamdani Yakub, dr. Vini Restu Insani, Arismanto, dan Novi.

Dalam misi kemanusiaan tahap awal ini, PMI Bengkulu menyalurkan satu unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter serta lebih dari 50 kilogram pakaian layak pakai. Dua personel relawan, yaitu Roki dan Sandi, ditugaskan untuk mengawal dan mengoperasikan armada tangki air tersebut selama bertugas di wilayah terdampak. Hendarini menegaskan bahwa ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana, mengingat ribuan warga kini bergantung pada suplai air aman untuk konsumsi, sanitasi, dan kebutuhan harian lainnya.

“Air adalah kebutuhan dasar manusia. Karena itu, PMI Bengkulu memilih mengirim tanki air agar pasokan bisa dilakukan secara cepat dan dalam kapasitas besar. Mobil tanki ini juga dapat membantu evakuasi air ke daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau distribusi manual,” jelas Hendarini yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Ia menambahkan bahwa seluruh operasi kemanusiaan PMI se-Sumatera akan terkoordinasi melalui satu posko komando di Sumatera Barat, sesuai arahan Ketua PMI Pusat, H. Jusuf Kalla. Seluruh bantuan dari PMI daerah akan dikonsolidasikan dalam satu sistem distribusi agar lebih tepat sasaran dan merata. Selain air bersih dan pakaian, PMI Bengkulu juga tengah menyiapkan dukungan lanjutan berupa logistik tambahan seperti sembako, makanan siap saji, kebutuhan anak dan balita, serta perlengkapan kesehatan darurat.

“Bantuan lanjutan akan segera menyusul. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh bantuan yang dikirim benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” tegas Hendarini.

Dirinya juga menyampaikan bahwa masa tanggap darurat bencana Sumatera akan berlangsung sepanjang satu tahun ke depan. Hal ini sesuai instruksi Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla, mengingat dampak kerusakan infrastruktur, kehilangan hunian, dan pemulihan kesehatan masyarakat membutuhkan proses panjang. Karena itu, Hendarini mengajak seluruh lembaga kemanusiaan, institusi pemerintah, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal dan nasional untuk bersama-sama menguatkan dukungan.

“Bencana ini bukan sekadar memerlukan bantuan sesaat, tetapi memerlukan kekuatan bersama untuk pemulihan jangka panjang. Kami berharap solidaritas seluruh pihak tidak berhenti pada pengiriman awal, namun terus berlanjut sampai pemulihan benar-benar terwujud,” ujarnya.

Dengan pengiriman bantuan awal ini, PMI Bengkulu menegaskan kembali peran aktifnya dalam aksi perlindungan kemanusiaan lintas daerah. PMI juga memastikan bahwa relawan yang ditugaskan telah dibekali pelatihan penanganan darurat, manajemen air bersih, serta standar keselamatan di daerah terdampak agar misi berlangsung aman dan efektif.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra