Skip to main content

Redhwan Arif : Program Kampung KB Wujudkan Keluarga Yang Sejahtera

BENGKULU SELATAN

BENGKULU,SELATAN.TEROPONGPUBLIK.COM>><<Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Bengkulu Selatan (BS),mengadakan pertemuan silaturahmi bersama 360 kader KB Se-Kabupaten Selatan, sekaligus diikuti pameran produk dari kelompok UPPKS utusan seluruh kecamatan, penyerahan kendaraan operasional penyuluh KB sebanyak 22 buah yang langsung dibuka oleh Bupati Gusnan Mulyadi dan juga dihadiri oleh OPD terkait.Rabu 18/12/2019/diperkarangan kantor DPPKBP3A.

Dalam Kesempatan itu saat wawancarai Kepala Dinas DPPKBP3A, M Redhwan Arif S Sos MPH menjelaskan,”Saat ini kami rutin turun ke desa yang menjadi kampung KB untuk melakukan pembinaan,sebab untuk saat ini dikabupaten Bengkulu selatan sudah terbentuk kampung KB distiap kecamatan,dengan adanya kampung KB ini diharapkan desa – desa tersebut makin maju, masyarakatnya makin sehat dan sejahtera,”ucapnya.

Program kampung KB ini bukan hanya agar warga di desa itu ber KB. Tapi tujuan akhir dari KB yakni mewujudkan keluarga yang sejahtera. Artinya program ini juga untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan taraf ekonomi, pendidikan dan kesehatan,”jelas Arif.

Arif juga menambahkan,program kampung KB ini yang melaluhi program pendudukan,keluarga berencana dan pembangunan penduduk terintegrasikan dengan sensus kependudukan. Penggabungan kedua data tersebut membuat pemanfaatan data keluarga lebih maksimal untuk menentukan kebijakan.jadi seluruh OPD ikut serta dalam program kampung KB ini,sihingga pontensi di desa bisa dikembangkan,sehingga perekonomian masyarakat di desa meningkat,dan dengan perkembangan perekonomian masyarakat desa akan membawak kesejateraan,”tambah Arif.

Dari sisi lain Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan menjelaskan,” meminta kepada seluruh kader dan penyuluh KB tetap bersemangat mengedukasi masyarakat untuk menerapkan 8 fungsi keluarga hingga tercipta keluarga yan g sejahterah.

Bupati juga minta kepada  kader agar melakukan pembinaan wanita usia subu (WUS), pasangan usia subur (PUS), ibu hamil dan menyusui serta balita,  untuk mencegah terjadinya kasus Stunting di masyarakat Binaan.

Gusnan juga menambahkan,”Pencanangan kampung KB mempunyai tujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat. Di antaranya, melalui pendekatan pelayanan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga(KKBPK), penguatan delapan fungsi keluarga (fungsi agama, budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, lingkungan), partisipasi aktif masyarakat, dan pembangunan yang terintegrasi lintas sektor.

”Manfaat kampung KB cukup banyak. Di antaranya, bisa meningkatkan kesejahteraan, mempercepat pembangunan dan perkembangan daerah. Selain itu, sebagai wadah implementasi kegiatan dan percepatan capaian program KKBPK,” tandasnya.(Julian Kenedi)