TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Rencana Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi untuk menghidupkan kembali bangunan eks Mess Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai kantor wali kota yang baru mendapat perhatian masyarakat. Gagasan tersebut memunculkan beragam respons, mulai dari dukungan hingga perbedaan pandangan mengenai pemanfaatan aset milik pemerintah daerah.
Salah satu bentuk dukungan disampaikan seorang warga melalui video yang diunggah pada akun Facebook resmi Wali Kota Bengkulu. Dalam rekaman tersebut, warga yang identitasnya tidak disebutkan itu menilai rencana renovasi merupakan langkah yang berorientasi pada kemajuan daerah dan pemanfaatan fasilitas publik secara lebih optimal.
Menurutnya, bangunan eks Mess Pemda yang sebelumnya dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semestinya dapat kembali difungsikan. Ia menyayangkan kondisi gedung yang dinilainya tidak terawat dan dibiarkan terbengkalai sehingga belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dalam video yang beredar tersebut, warga menggambarkan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Bahkan, ia menyebut gedung itu kerap dijuluki sebagai rumah hantu oleh sebagian masyarakat Bengkulu karena keadaannya yang terbengkalai.
“Sekarang terbengkalai, kata orang Bengkulu itu sudah jadi rumah hantu,” ujarnya.
Ia berpandangan, rencana renovasi dapat menjadi kesempatan untuk mengembalikan fungsi bangunan sekaligus mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Warga tersebut juga menekankan bahwa gedung yang direncanakan menjadi kantor Wali Kota Bengkulu itu tetap merupakan aset pemerintah daerah. Karena itu, menurut pandangannya, pemanfaatan bangunan sebagai fasilitas pemerintahan bukanlah upaya untuk mengalihkan kepemilikan kepada individu tertentu.
“Yang setuju ini kita dapat memaklumi karena ini untuk kemajuan kita bersama. Karena kantor ini kantor wali kota untuk selanjutnya, dan bukan menjadi aset pribadinya Pak Dedy Wahyudi. Dan ini punya aset Pemda Bengkulu,” katanya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sudut pandang warga yang mendukung rencana pemerintah kota, terutama dalam hal menghidupkan kembali bangunan lama agar dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan publik.
Meski menyatakan dukungan, warga itu tidak menampik bahwa rencana renovasi dapat menimbulkan perbedaan pendapat di tengah masyarakat. Ia menilai setiap kebijakan pemerintah berpotensi mendapatkan tanggapan beragam karena masyarakat memiliki pertimbangan dan sudut pandang masing-masing.
Ia pun mengingatkan agar perbedaan sikap tersebut tidak berkembang menjadi pertengkaran atau saling menyerang, khususnya di ruang publik dan media sosial.
Menurutnya, masyarakat yang mendukung maupun yang belum menyetujui rencana tersebut tetap perlu menjaga hubungan baik. Kritik dan masukan seharusnya disampaikan secara santun sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan.
“Apabila ada dari golongan manusia, sanak-sanak kita yang tidak setuju, jangan dihujat. Kita doakan mereka supaya hatinya terbuka, pikirannya bersih, hatinya jernih, sehingga mereka dapat memahami tujuan positif dari Bapak Wali Kota,” lanjutnya.
Pesan itu sekaligus menjadi ajakan agar perdebatan mengenai rencana renovasi tidak menghilangkan semangat kebersamaan. Masyarakat diharapkan dapat menyampaikan pandangan secara terbuka tanpa harus merendahkan pihak yang memiliki pendapat berbeda.
Pada bagian akhir videonya, warga tersebut menyampaikan pesan kepada Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi agar tetap bersemangat menjalankan program pembangunan yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menganggap seorang pemimpin perlu memiliki keteguhan dalam menghadapi berbagai tanggapan publik, termasuk kritik terhadap kebijakan yang sedang direncanakan. Namun, dukungan yang disampaikannya juga menekankan pentingnya menjaga tujuan pembangunan agar tetap berorientasi pada kepentingan bersama.
“Untuk Pak Dedy Wahyudi, Wali Kota Bengkulu, sedikit pesan. Bapak seorang pemimpin yang visioner, sudah terbiasa menghadapi badai. Jadi tidak usah terganggu dengan rintikan gerimis,” pungkasnya.
Rencana pemanfaatan eks Mess Pemda sebagai kantor wali kota kini menjadi bagian dari perbincangan publik mengenai pengelolaan aset daerah. Di satu sisi, gagasan tersebut dipandang sebagai peluang untuk mengaktifkan kembali bangunan yang terbengkalai. Di sisi lain, beragam pandangan masyarakat menjadi pengingat bahwa kebijakan pembangunan perlu disertai penjelasan yang terbuka.
Ke depan, kejelasan mengenai rencana renovasi, kebutuhan anggaran, kondisi bangunan, serta manfaatnya bagi pelayanan masyarakat menjadi hal penting untuk diperhatikan. Dengan perencanaan yang matang dan komunikasi yang baik, pemanfaatan aset daerah diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Kota Bengkulu sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra