TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bengkulu dan sekitarnya. Hal ini sejalan dengan visi dan misi rumah sakit untuk menjadi pusat layanan kesehatan jiwa yang unggul di wilayah Sumatera, serta menyediakan layanan rehabilitasi narkoba yang profesional, berkualitas, dan terjangkau.
Direktur RSKJ Soeprapto, Dr. Jasmen Silitonga, M.Kes., Sp.DVE., FINSDV., menegaskan bahwa pembenahan terus dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. “Kami berkomitmen untuk melakukan peningkatan pelayanan yang selaras dengan visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur Bengkulu,” ujarnya pada Rabu (19/3).
Salah satu langkah utama dalam meningkatkan layanan adalah perbaikan manajemen dan penambahan sarana prasarana, termasuk alat kesehatan (alkes) serta renovasi fasilitas secara berkala. Selain itu, RSKJ Soeprapto juga menambah jumlah dokter spesialis guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih optimal.
Menurut Dr. Jasmen Silitonga, tujuan utama dari pembenahan ini adalah memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada pasien. “Lingkungan yang nyaman, pelayanan yang maksimal, serta pendekatan yang humanis menjadi prioritas kami agar pasien merasa lebih baik selama menjalani perawatan,” tambahnya.
Sebagai bagian dari reformasi layanan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus utama. Peningkatan kompetensi tenaga medis serta evaluasi berkelanjutan terhadap pelayanan pasien dilakukan agar layanan yang diberikan semakin profesional.
RSKJ Soeprapto Bengkulu juga memiliki inovasi layanan, salah satunya Rumah Damping Bahagia (RUDABA), yang diperuntukkan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca perawatan. RUDABA menampung pasien yang tidak dapat kembali ke keluarga atau lingkungan sosial mereka. Di tempat ini, pasien akan diberi pelatihan keterampilan seperti bertani, beternak, dan menjahit agar dapat hidup mandiri.
Selain itu, rumah sakit ini juga menyediakan layanan untuk anak berkebutuhan khusus, khususnya bagi mereka yang mengalami gangguan autisme melalui program Sahabat Anak. Program ini tidak hanya memberikan terapi kepada anak tetapi juga membekali orang tua dengan pengetahuan agar dapat melanjutkan terapi di rumah. “Terapi di rumah sakit hanya berlangsung 1-2 jam, selebihnya harus didukung oleh keluarga di rumah. Oleh karena itu, kami memberikan edukasi kepada orang tua agar mereka dapat membantu perkembangan anak secara maksimal,” jelas Dr. Jasmen Silitonga.
RSKJ Soeprapto Bengkulu tidak hanya melayani pasien dengan gangguan jiwa tetapi juga memiliki dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis saraf, serta dokter gigi. Pelayanan untuk spesialis saraf dan penyakit dalam juga telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga pasien dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan lebih mudah.
Dr. Jasmen menegaskan bahwa rumah sakit ini akan terus berbenah dan berkembang demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kami berkomitmen untuk selalu meningkatkan kualitas layanan dan memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang optimal,” pungkasnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra