Skip to main content

Safari Ramadan 1447 H: Pemprov Bengkulu Perkuat Jalan dan Listrik di Kaur

Safari Ramadan 1447 H: Pemprov Bengkulu Perkuat Jalan dan Listrik di Kaur

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dipimpin Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, di Masjid Jamik Bintuhan, Pasar Bintuhan, Kabupaten Kaur, Jumat (20/2), menjadi ruang perjumpaan yang sarat makna. Tidak hanya diisi dengan salat berjamaah dan tausiah, kegiatan tersebut juga menjadi wadah penyampaian capaian pembangunan sekaligus rencana strategis untuk mendorong kemajuan daerah paling selatan di Provinsi Bengkulu itu.

Sejak sore, masyarakat telah memadati masjid bersejarah di jantung ibu kota Kaur tersebut.

Suasana religius terasa kental, berpadu dengan antusiasme warga yang ingin mendengar langsung arah kebijakan pembangunan dari pemerintah provinsi. Safari Ramadan kali ini menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat, di mana dialog dan silaturahmi berjalan seiring dengan agenda keagamaan.
Bupati Kaur, Gusril Pausi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian yang terus mengalir dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ia menuturkan bahwa sejumlah bantuan telah direalisasikan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Pada hari yang sama, satu unit bus sekolah diserahkan untuk mendukung mobilitas pelajar di Kaur.

Sebelumnya, bantuan ambulans juga telah diterima untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan provinsi juga mulai dirasakan manfaatnya. Beberapa ruas vital telah diperbaiki, termasuk jalur di wilayah Lungkang Kule. Ke depan, peningkatan jalan menuju Muara Sahung turut masuk dalam agenda pembangunan. Gusril berharap dukungan tersebut terus berlanjut agar konektivitas antarwilayah semakin lancar dan aktivitas ekonomi masyarakat meningkat.

Ia juga menyinggung pentingnya percepatan realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) bagi Kabupaten Kaur. Menurutnya, dana tersebut sangat dibutuhkan untuk menopang berbagai program prioritas daerah, mulai dari pelayanan publik hingga pengembangan infrastruktur dasar.

Selain itu, ada kabar menggembirakan terkait peningkatan status Pelabuhan Linau yang tengah berproses dari pelabuhan pengumpan regional menjadi pelabuhan pengumpul. Jika terealisasi, perubahan status ini diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor perdagangan dan perikanan di Kaur.

Rencana strategis lain yang terus diperjuangkan adalah pembukaan akses jalan tembus menuju Muara Enim melalui kawasan Padang Guci Ulu. Upaya ini merupakan hasil komunikasi intensif antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Jalur tersebut diharapkan membuka konektivitas baru antarprovinsi, sehingga arus barang dan jasa menjadi lebih efisien.

Selain pembangunan fisik, sejumlah program pemberdayaan masyarakat juga disiapkan. Di antaranya pengembangan Koperasi Merah Putih, pembangunan Sekolah Rakyat, serta program kampung nelayan di Kecamatan Nasal. Pemerintah provinsi juga mendorong penguatan sistem kelistrikan melalui pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Gardu Induk (GI) guna menjamin ketersediaan energi yang stabil.
Gubernur Helmi Hasan dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Ia memastikan bahwa Dana Bagi Hasil yang sempat tertunda dengan nilai lebih dari Rp200 miliar akan segera disalurkan. Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi kunci percepatan pembangunan, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Kaur.

Untuk Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengalokasikan dana sebesar Rp36 miliar khusus bagi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kaur. Anggaran tersebut difokuskan pada rekonstruksi Jalan Tanjung Kemuning–Datar Lebar senilai Rp21 miliar serta peningkatan Jalan Tanjung Iman–Muara Sahung sebesar Rp15 miliar. Proyek-proyek tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Menutup sambutannya, Helmi Hasan mengingatkan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, sekaligus memastikan program pembangunan berjalan bertahap dan berkelanjutan. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kepedulian sosial, terutama terhadap anak yatim dan kaum dhuafa, agar keberkahan senantiasa menyertai daerah tersebut.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam Safari Ramadan itu, harapan akan kemajuan Kabupaten Kaur kian menguat. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus berjalan beriringan, menjadikan momentum Ramadan sebagai energi untuk mempercepat pembangunan sekaligus mempererat ukhuwah di Bumi Sease Seijean.
Pewarta: Amg 
Editing: Adi Saputra