Skip to main content

Saksi Terlapor Menunggu Hasil Kinerja Bawaslu Dan Gakumdu Terkait Laporan Money Politik Caleg PKB

kepahiang

KEPAHIANG.TEROPONG PUBLIK.COM  - Pelapor masih menunggu kinerja Bawaslu dan Gakumdu terkait kelanjutan dugaan money politic yang menyeret nama Caleg Provinsi Bengkulu Dapil Kabupaten Kepahiang, Partai PKB berinisial ZN. 

"Kita disini menunggu hasil dari Bawaslu Kabupaten Kepahiang, apa yang menjadi kendala dalam proses ini, bukti money politik sudah ada 3 kita serahkan berupa uang, vidio, dan chat dimedia sosial dan sudah kita berikan kepada bawaslu dan seandainya bawaslu masih menginginkan bukti bukti lain kita masih ada bukti lain, kalau masih ada alasan bawaslu butuh bukti tambahan akan kita berikan," ungkap Wawan, Sabtu (4/5/2019).

Awalnya Wawan selaku pelapor dalam hal ini cukup puas dengan kinerja Bawaslu maupun Gakumdu di kepahiang, sampai saat ini telah merespon laporan mereka dibuktikan dengan adanya Pemangilan 12 orang saksi baik dari terlapor maupun pelapor untuk diperiksa.  

Dilansir dari Ronin 98 sudah ada pernyataan dari Pihak Bawaslu terkait laporan itu  "laporan sudah kita terima dan kita sudah memeriksa saksi saksi dan tinggal tahap pengkajian ,dan saya harap semua rekan awak media dan lembaga harap bersabar kami akan bertindak propesional dan tidak akan memihak kepda siapapun " jelas rusman di kantor Bawaslu.

Namun Wawan juga masih berharap Bawaslu maupun Gakumdu menyelesaikan persoalan ini secepat mungkin mengingat waktu terhitung sudah berjalan 19 hari dari hari melapor hingga saat ini.

"Saat ini masih menimbulkan pertanyaan bagi kita adalah belum adanya kabar atau pemanggilan kepada pihak terlapor atau pelapor mengenai hasil dari pasca pemeriksaan yang dilakukan beberapa waktu lalu," sambungnya. 

Dilansir dari Ronin 98 Diketahui Alamsyah Ketua LP-KPK telah melapor ke pihak Bawaslu pada Senin, 15 April 2019 lalu. Dan dirinya berharap agar cepat mendapat tanggapan dari pihak terkait untuk kejelasan laporan pihaknya tersebut mengenai status terlapor yang dinilai sudah melakukan money politic. AR01