TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Antusiasme warga tampak jelas saat layanan Samsat Desa resmi beroperasi di Kantor Cabang Pembantu Bank Bengkulu wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Ahad (1/3/2025).
Kehadiran layanan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh ke pusat kota demi menunaikan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.
Program yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam mendekatkan pelayanan publik hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Warga tak lagi direpotkan dengan jarak tempuh panjang, kemacetan, maupun biaya tambahan yang kerap muncul ketika harus mengurus administrasi kendaraan di kota.
Salah seorang wajib pajak, Erwin (30), mengaku bersyukur atas dibukanya layanan tersebut. Menurutnya, keberadaan Samsat Desa sangat membantu masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan waktu dan biaya.
“Sekarang membayar pajak jauh lebih mudah karena lokasinya dekat. Kami berharap pelayanannya tetap cepat dan tidak berbelit, supaya masyarakat benar-benar merasa terbantu,” ujarnya.
Ia menuturkan, sebelumnya warga Bengkulu Tengah harus mengalokasikan waktu khusus untuk pergi ke kota. Selain biaya pajak, mereka juga harus menyiapkan ongkos transportasi serta kebutuhan lain selama perjalanan. Kondisi itu terkadang membuat sebagian masyarakat menunda pembayaran pajak karena mempertimbangkan pengeluaran tambahan.
“Kalau dihitung-hitung, pengeluarannya jadi lebih besar. Dengan adanya layanan ini, prosesnya cepat dan tidak perlu biaya ekstra. Sangat meringankan,” tambahnya.
Peresmian Samsat Desa dilakukan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan efisien bagi masyarakat.
Menurut Helmi, membayar pajak kendaraan seharusnya tidak menjadi beban karena sistem pelayanan yang rumit atau lokasi yang sulit dijangkau. Oleh sebab itu, inovasi Samsat Desa diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi warga di berbagai wilayah.
“Kita ingin masyarakat cukup datang ke kecamatan, bahkan dekat dengan desa masing-masing untuk membayar pajak. Tidak perlu lagi ke kota,” kata Helmi usai meresmikan layanan tersebut.
Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini disiplin memenuhi kewajiban pajak. Helmi menekankan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk program pembangunan dan pelayanan sosial.
Menurutnya, dana pajak telah digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan hingga penyediaan layanan kesehatan gratis. Ratusan kilometer jalan telah diperbaiki guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta ambulans gratis disalurkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat kembali lagi untuk rakyat. Melalui program pembangunan dan bantuan sosial, manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu, Hadiyanto, menerangkan bahwa konsep Samsat Desa dirancang dengan sistem pelayanan yang sederhana dan efisien. Proses administrasi dibuat ringkas agar tidak memakan waktu lama.
“Estimasi pelayanan hanya sekitar dua sampai lima menit. Kami menyiapkan petugas yang sigap membantu jika ada kendala di lapangan,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan kemudahan akses dan kecepatan layanan, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor semakin meningkat. Selain itu, inovasi ini juga diharapkan mampu menekan angka tunggakan pajak yang selama ini menjadi tantangan pemerintah daerah.
Kehadiran Samsat Desa menjadi bukti bahwa transformasi pelayanan publik terus dilakukan. Dengan mendekatkan layanan hingga ke pelosok kecamatan, pemerintah berupaya memastikan setiap warga memperoleh kemudahan dalam mengurus administrasi tanpa hambatan jarak dan biaya.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Jika berjalan konsisten, Samsat Desa diyakini tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra