TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Suasana semarak terasa di Gedung Auditorium RRI Bengkulu pada Kamis (4/9/2025). Puluhan penabuh doll dari berbagai sanggar seni tampil penuh energi dalam ajang *Lomba Doll* yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Radio ke-80 sekaligus RRI Fest 2025.
Sebanyak 16 sanggar seni dari berbagai wilayah di Kota Bengkulu turut berpartisipasi, menampilkan kreativitas, kekompakan, serta keterampilan dalam memainkan alat musik tradisional khas Bengkulu tersebut. Dukungan penonton yang memenuhi auditorium kian menambah kemeriahan acara. Riuh tepuk tangan dan sorakan penonton mengiringi setiap penampilan, membuat suasana kompetisi menjadi hangat sekaligus penuh sportivitas.
Ketua Panitia RRI Fest 2025, Dwicky, menjelaskan bahwa lomba ini digelar tidak semata-mata untuk mencari pemenang, melainkan sebagai sarana pelestarian budaya. “Kegiatan ini kami selenggarakan agar tradisi doll tetap hidup di tengah masyarakat. Selain itu, kami ingin momen peringatan Hari Radio yang jatuh pada 11 September mendatang lebih semarak dengan menampilkan budaya lokal sebagai bagian dari identitas Bengkulu,” ungkapnya.
Dwicky menambahkan, pihak panitia berharap lomba ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap kesenian daerah. Menurutnya, RRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program yang mendukung pelestarian budaya.
Salah seorang peserta dari Sanggar Gatra , Adam , mengaku bangga bisa tampil di ajang bergengsi tersebut. Ia menuturkan bahwa penampilannya bersama rekan-rekan satu sanggar merupakan hasil latihan panjang. “Perlombaan doll hari ini sangat seru. Kami sudah berlatih berbulan-bulan dan akhirnya bisa menunjukkan hasilnya di hadapan penonton. Sorakan dan tepuk tangan dari penonton memberi energi tambahan bagi kami untuk tampil maksimal,” katanya dengan penuh semangat.
Bagi para peserta, ajang ini bukan hanya kompetisi semata, melainkan juga kesempatan untuk memperkenalkan dan mengembangkan kesenian doll agar lebih dikenal luas, termasuk di kalangan generasi muda. Mereka berharap, melalui event yang difasilitasi RRI ini, musik doll tidak hanya lestari tetapi juga bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai tradisinya.
Dalam lomba tersebut, dewan juri menilai penampilan berdasarkan kekompakan, teknik tabuhan, kreativitas, serta harmonisasi antara alat musik dan atraksi. Masing-masing sanggar berupaya menampilkan yang terbaik dengan mengusung variasi gerakan dan tabuhan yang unik.
Setelah melalui proses penilaian ketat, beberapa sanggar berhasil meraih juara. Salah satunya Sanggar Gatra dari Kota Bengkulu yang berhasil menempati posisi juara tiga. Prestasi ini disambut gembira oleh para anggota sanggar, karena menjadi bukti dari kerja keras dan latihan yang telah mereka lakukan.
Sementara itu, para pemenang lainnya juga mendapat apresiasi dari panitia dan penonton. Lomba ini diharapkan tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan menjadi tonggak untuk menghidupkan kembali semangat berkesenian di tengah masyarakat.
Dengan suksesnya gelaran lomba doll ini, RRI Bengkulu tidak hanya memperingati Hari Radio secara meriah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga warisan budaya Bengkulu. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan semakin berkembang dan mampu menarik partisipasi lebih banyak sanggar maupun komunitas seni dari luar daerah.
Melalui semangat kebersamaan yang ditunjukkan peserta, penonton, serta panitia, lomba ini menjadi bukti bahwa seni tradisional memiliki daya tarik tersendiri dan tetap relevan di tengah dinamika zaman modern.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra