TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>> Hadirnya Sekolah Rakyat (SR) di Bengkulu membawa harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui program ini, mereka kini dapat menikmati pendidikan secara layak dan gratis, lengkap dengan fasilitas penunjang seperti asrama, makan, dan lingkungan belajar yang memadai, semuanya ditanggung penuh oleh pemerintah.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dalam amanatnya saat memimpin apel di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Kota Bengkulu, mengajak seluruh siswa untuk bersungguh-sungguh memanfaatkan peluang emas ini.
“Kalian sangat beruntung menjadi bagian dari Sekolah Rakyat ini. Pemerintah menyediakan semua kebutuhan kalian, mulai dari pendidikan, tempat tinggal, hingga konsumsi sehari-hari. Ini kesempatan yang tidak semua orang bisa dapatkan. Maka, belajarlah dengan giat untuk masa depan yang lebih baik,” tegas Herwan.
Program Sekolah Rakyat merupakan terobosan pemerintah pusat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas: memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Program ini menyediakan layanan pendidikan gratis mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, dengan sistem asrama. Pembangunan dan pengelolaannya didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan pihak swasta.
Meski berbeda dari sekolah umum, Sekolah Rakyat tetap mengacu pada Kurikulum Nasional. Pendekatan pembelajarannya lebih fleksibel dan personal, namun tetap menghasilkan lulusan yang setara secara administratif dan akademik.
SRMA 6 Kota Bengkulu sendiri berlokasi di kompleks Sentra “Dharma Guna”, yang merupakan unit pelaksana teknis milik Kementerian Sosial RI. Di tempat ini, siswa tidak hanya belajar secara formal di ruang kelas, tapi juga mendapatkan pelatihan keterampilan tambahan, termasuk pertanian hidroponik, keterampilan hidup, serta pembinaan karakter.
Kepala Sentra “Dharma Guna” Bengkulu, Syam Wuryani, mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa berasal dari latar belakang keluarga dengan penghasilan rendah, bahkan kategori miskin ekstrem.
“Sekitar 70 persen wali murid adalah buruh harian lepas. Selebihnya bekerja sebagai sopir, pedagang kecil, atau pekerjaan informal lainnya. Seleksi dilakukan sangat ketat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pendamping PKH, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga BPS. Semua data diverifikasi agar tepat sasaran,” jelas Syam.
Sementara itu, Kepala SRMA 6 Kota Bengkulu, Yuliarma Yenni, memaparkan bahwa jumlah siswa saat ini mencapai 95 orang, terdiri dari 50 laki-laki dan 45 perempuan.
“Mereka terbagi dalam empat rombongan belajar, rata-rata 25 siswa per kelas. Saat ini, seluruh siswa sedang menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS. Kami ingin mereka merasa nyaman dan termotivasi sejak hari pertama,” tutur Yuliarma.
Program ini mendapat sambutan positif dari para orang tua siswa. Rian, seorang ayah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya.
“Saya sangat berterima kasih. Sebagai orang tua yang tidak punya penghasilan tetap, saya merasa sangat terbantu. Anak saya bisa sekolah, tinggal di asrama, dan makan terjamin. Ini sangat berarti bagi kami yang selama ini hidup pas-pasan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Usai memimpin apel, Pj. Sekda bersama sejumlah pejabat lainnya meninjau fasilitas yang tersedia di SRMA 6, mulai dari ruang belajar, asrama siswa putra dan putri, dapur umum, laboratorium komputer, hingga kebun hidroponik yang menjadi bagian dari pembelajaran praktis siswa.
Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Dengan fokus pada anak-anak dari keluarga tidak mampu, program ini diharapkan mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik dan lepas dari jerat kemiskinan.
Herwan menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendukung dan mengawal program ini agar berjalan maksimal.
“Kami berkomitmen mendampingi proses ini secara berkelanjutan. Anak-anak ini adalah harapan masa depan Bengkulu. Pendidikan adalah hak semua warga negara, dan Sekolah Rakyat adalah wujud nyata bahwa negara hadir untuk rakyatnya, terutama mereka yang paling membutuhkan,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaboratif antara pusat dan daerah, Sekolah Rakyat di Bengkulu diharapkan terus berkembang, menjangkau lebih banyak anak, dan menjadi inspirasi bagi program serupa di daerah lainnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra