TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Nusantara. Hal itu terlihat dalam kemeriahan karnaval seni dan budaya yang diikuti berbagai kalangan, termasuk SMK PGRI 5 Jember.
Dalam kegiatan tersebut, SMK PGRI 5 Jember memilih Reog Ponorogo sebagai tema utama penampilan. Para siswa tampil dengan berbagai atribut dan kostum yang merepresentasikan kesenian tradisional tersebut.
Bukan sekadar menghadirkan tontonan yang meriah, rombongan siswa juga berupaya menyampaikan pesan budaya kepada masyarakat. Kisah mengenai Reog Ponorogo serta latar belakang kesenian tersebut turut diperkenalkan melalui rangkaian penampilan yang dibawakan para siswa.
Konsep tersebut membuat kehadiran SMK PGRI 5 Jember memiliki unsur hiburan sekaligus edukasi. Masyarakat yang berada di sepanjang jalur karnaval tidak hanya disuguhi atraksi seni, tetapi juga diajak mengenal salah satu warisan budaya yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Jawa Timur.
Semangat kreativitas siswa semakin terlihat melalui kehadiran Duta Prima Vision. Karya tersebut menjadi bagian lain dari penampilan sekolah dalam memeriahkan agenda peringatan kemerdekaan.
Duta Prima Vision menunjukkan bagaimana kegiatan sekolah dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan ide, keterampilan, serta keberanian menampilkan hasil kreativitas mereka di hadapan masyarakat luas.
Kepala SMK PGRI 5 Jember, Saiful Anwar, S.Pd., menjelaskan bahwa pilihan Reog Ponorogo bukan tanpa alasan. Pihak sekolah ingin memberikan ruang kepada siswa untuk mengenalkan budaya sekaligus menampilkan hasil karya mereka dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Menurut Saiful, keterlibatan sekolah dalam karnaval tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kreativitas tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui seni, budaya dan berbagai karya yang dapat ditampilkan kepada publik.
“Kami hadir dalam acara ini dengan tema Reog Ponorogo dan Duta Prima Vision, yang merupakan karya siswa,” kata Saiful.
Ia menambahkan, momentum peringatan kemerdekaan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap Indonesia. Salah satunya melalui pengenalan budaya lokal kepada generasi muda.
Kehadiran para siswa SMK PGRI 5 Jember mendapat respons positif dari masyarakat yang menyaksikan karnaval. Antusiasme penonton terlihat ketika rombongan mulai melintas dengan kostum, atraksi dan konsep pertunjukan yang telah dipersiapkan.
Sorak penonton turut mengiringi penampilan hingga rombongan menyelesaikan rangkaian karnaval. Suasana tersebut semakin memperlihatkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki daya tarik ketika dikemas secara kreatif dan melibatkan generasi muda.
Bagi SMK PGRI 5 Jember, keikutsertaan dalam karnaval bukan semata-mata untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman kepada siswa agar berani tampil, bekerja sama dan mengembangkan kreativitas.
Melalui Reog Ponorogo dan Duta Prima Vision, para siswa memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat diisi dengan kegiatan positif yang memiliki nilai budaya dan pendidikan.
Karya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi penerus. Ketika seni tradisional diperkenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat dan dikemas dengan kreativitas anak muda, warisan budaya dapat terus dikenal oleh generasi berikutnya.
Dengan demikian, penampilan SMK PGRI 5 Jember dalam karnaval HUT ke-81 RI menjadi gambaran semangat pelajar dalam mengisi kemerdekaan. Bukan hanya dengan mengikuti perayaan, tetapi juga melalui karya, kreativitas dan kepedulian terhadap keberadaan budaya Nusantara.
.Pewarta : Roni
Editing : Adi Saputra