Skip to main content

Stok Gas Melon di Kota Bengkulu Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun, Disperdagrin Imbau Warga Tidak Panic Buying

Stok Gas Melon di Kota Bengkulu Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun, Disperdagrin Imbau Warga Tidak Panic Buying

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu memastikan bahwa ketersediaan gas LPG 3 kilogram atau yang lebih dikenal dengan gas melon berada dalam kondisi aman menjelang pergantian tahun. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperdagrin Kota Bengkulu, Jasya Arief, pada Senin (08/12).

Menurut Jasya, tidak ada indikasi kelangkaan gas melon meskipun permintaan biasanya meningkat pada akhir tahun. “Sampai saat ini menjelang akhir tahun, kita pastikan gas subsidi 3 kilogram atau gas melon itu aman dan tidak terjadi kelangkaan,” tegasnya. Ia menambahkan, distribusi dan pengawasan terus diperketat untuk menjaga agar pasokan tetap stabil di seluruh wilayah kota.

Pada tahun 2025, Kota Bengkulu mendapatkan alokasi besar, yakni sebanyak 4 juta tabung LPG 3 kilogram. Dari jumlah tersebut, konsumsi masyarakat tercatat berkisar 300 ribu tabung per bulan, sehingga ketersediaan stok dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga akhir tahun bahkan awal tahun mendatang.

Distribusi LPG bersubsidi di Kota Bengkulu disalurkan melalui empat agen resmi serta didukung 342 pangkalan LPG yang tersebar di berbagai kecamatan. Seluruh jaringan distribusi ini berada dalam pengawasan Pertamina serta Disperdagrin agar pendistribusian tetap sesuai aturan dan tidak terjadi penyimpangan.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, Disperdagrin juga menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk LPG 3 kilogram masih tetap dan tidak mengalami kenaikan. HET gas melon di Kota Bengkulu berada pada angka Rp19.000 per tabung, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor K.212.B1 Tahun 2023. “Kalau untuk harganya, kami pastikan sampai saat ini tidak ada kenaikan. Masih sama seperti HET sebelumnya,” jelas Jasya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah terjadinya permainan oleh oknum di lapangan, Disperdagrin bersama Pertamina serta stakeholder terkait terus melakukan monitoring secara berkala. Petugas rutin mengecek pangkalan dan memastikan setiap distributor menjual LPG sesuai aturan yang berlaku.

Masyarakat juga diminta berperan aktif dalam pengawasan. Apabila menemukan adanya pangkalan atau pedagang yang menjual LPG 3 kilogram di atas harga resmi, warga dapat segera melapor ke Kantor Disperdagrin di Jalan Halmahera, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut. Laporan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui inspeksi langsung ke lokasi untuk mencegah praktik penjualan yang merugikan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bengkulu bersama PT Pertamina (Persero) kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Pembelian gas melon dalam jumlah berlebihan justru berpotensi mengganggu kelancaran distribusi kepada warga lain yang membutuhkan. Pertamina memastikan suplai yang masuk ke Kota Bengkulu cukup dan stabil sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebih.

Dengan langkah pengawasan yang ketat, suplai yang aman, dan harga yang terkontrol, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan menggunakan LPG 3 kilogram sesuai kebutuhan. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra