Skip to main content

Tingkatkan Kemampuan Berbicara di Depan Umum, Dispusip Kota Bengkulu Gelar Lomba Wicara Publik Tingkat SMP/MTS

Tingkatkan Kemampuan Berbicara di Depan Umum, Dispusip Kota Bengkulu Gelar Lomba Wicara Publik Tingkat SMP/MTS

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dispusip) Kota Bengkulu menggelar Lomba Wicara Publik Tingkat SMP/MTS se-Kota Bengkulu Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Agustus 2025, bertempat di Adeeva Hotel & Convention, Jalan Pariwisata, kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

Lomba dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, pada Selasa (12/8). Dalam sambutannya, Tony menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dispusip atas inisiatif menyelenggarakan ajang ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis bagi pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

“Lomba wicara publik ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya dilatih untuk berbicara di depan umum, tetapi juga dibentuk keberaniannya dalam mengemukakan pendapat serta mengasah keterampilan berpikir kritis,” ujar Tony.

Ia menambahkan, kemampuan komunikasi publik yang baik akan sangat bermanfaat bagi masa depan para peserta, baik di lingkungan akademik maupun di dunia kerja nantinya. Tony berharap lomba ini dapat menjadi agenda rutin yang semakin diminati oleh sekolah-sekolah di Kota Bengkulu.

Selain itu, Tony juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam meningkatkan kualitas Perpustakaan Daerah sebagai pusat literasi dan pembelajaran. “Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang mampu mendorong lahirnya generasi yang cerdas, percaya diri, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik,” katanya.

Ajang Mengasah Keberanian dan Kreativitas Siswa

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu, melalui panitia penyelenggara, menjelaskan bahwa Lomba Wicara Publik tahun ini diikuti oleh puluhan peserta yang mewakili sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah dari seluruh penjuru Kota Bengkulu. Setiap peserta diminta untuk menyampaikan pidato atau orasi sesuai tema yang telah ditentukan, dengan penilaian mencakup aspek artikulasi, intonasi, penguasaan materi, kepercayaan diri, dan kreativitas penyampaian.

“Tujuan utama lomba ini adalah memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakat berbicara di depan umum, sekaligus melatih mereka agar berani dan terampil menyampaikan ide secara terstruktur,” ujar salah satu juri lomba.

Suasana lomba di hari pertama terlihat penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan keberanian meskipun sebagian mengaku sempat gugup. Banyak di antara mereka yang mampu membawakan pidato dengan lugas, menggunakan bahasa yang jelas, serta memanfaatkan gestur tubuh yang tepat untuk memperkuat pesan.

Dukungan untuk Pendidikan Berkualitas

Menurut Tony Elfian, lomba wicara publik ini memiliki keterkaitan erat dengan upaya mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas, efektif, efisien, dan unggul. Ia menilai bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga harus mengasah keterampilan hidup (life skills) yang akan berguna bagi siswa di masa depan.

“Kemampuan berbicara di depan umum adalah keterampilan yang akan selalu relevan di berbagai bidang. Dengan berani berbicara, siswa dapat lebih percaya diri dan mampu berkontribusi di masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah Kota Bengkulu, lanjut Tony, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang mendorong pengembangan diri siswa. Salah satunya melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan sekolah, komunitas literasi, dan lembaga pendidikan nonformal.

Harapan dan Keberlanjutan

Panitia berharap Lomba Wicara Publik Tingkat SMP/MTS ini dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menonjolkan kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan berkelanjutan. Setelah lomba, peserta yang berprestasi akan diberikan kesempatan untuk mengikuti pembinaan lanjutan agar kemampuan mereka semakin terasah.

“Anak-anak kita adalah aset bangsa. Dengan membekali mereka keterampilan berbicara yang baik, kita sedang mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan yang mampu menginspirasi dan menggerakkan masyarakat,” tutup Tony Elfian.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan penghargaan kepada para pemenang pada hari kedua pelaksanaan. Antusiasme peserta dan dukungan dari pihak sekolah menjadi bukti bahwa kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan dan diapresiasi.

Pewarta : AMG

Editing : Adi Saputra