TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkomitmen untuk mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting di daerah tersebut. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas memberikan penyuluhan kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan ibu dengan anak di bawah lima tahun (balita). Selain itu, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) juga diaktifkan di berbagai tingkatan mulai dari provinsi hingga desa.
Hal ini disampaikan oleh Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denny, saat menjadi narasumber dalam Talkshow BKKBN Provinsi Bengkulu yang bertajuk "Bergerak Bersama Melalui Intervensi Pencegahan Stunting di Daerah", yang diadakan di Studio Production Center BKKBN Perwakilan Bengkulu pada Senin (03/06). "Rencana strategis ini kami lakukan dengan mengoptimalkan wadah yang ada seperti TPPS dari tingkat provinsi hingga desa, serta peran aktif Satgas Stunting," ujar Denny.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menekankan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan agenda prioritas nasional untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun, dia juga mengakui adanya beberapa kendala, seperti ego sektoral antarinstansi dan kurang optimalnya penggunaan dana kegiatan stunting, termasuk untuk mini lokakarya dan rembuk stunting.
Zamhari berharap, dengan intervensi yang lebih serentak, cakupan kunjungan balita ke Posyandu dapat mencapai target minimal 95 persen. "Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran nyata angka stunting di setiap kabupaten/kota," ujarnya.
Dengan upaya bersama ini, diharapkan angka stunting di Provinsi Bengkulu dapat menurun secara signifikan, sehingga anak-anak di daerah tersebut dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra