TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wakil Gubernur Bengkulu, Dr. H. Mian, melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Bengkulu di Desa Apoho, Pulau Enggano. Kegiatan ini dilaksanakan bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu dan disambut langsung oleh Ketua Forum Kepala Desa Apoho serta Camat Enggano.
Peninjauan ini menjadi langkah awal konkret Pemprov Bengkulu dalam memperkuat kehadiran pemerintahan di wilayah terluar. Dengan semangat pelayanan langsung kepada masyarakat, pembangunan Kantor Penghubung ini diharapkan menjadi sarana strategis yang mempercepat koordinasi dan komunikasi antara Pemerintah Provinsi dengan masyarakat Enggano.
“Alhamdulillah, Pak Gubernur, lokasinya strategis untuk kantor penghubung provinsi. Kita sudah mendapatkan SKT-nya dari Pak Camat Enggano dan Pak Kades Apoho,” ujar Wakil Gubernur Mian dalam keterangannya usai meninjau lokasi, Kamis (10/7/2025).
Adapun lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kantor ini memiliki ukuran seluas 17 x 23 meter. Kondisi tanah dinilai sangat memadai dan cukup kokoh untuk pembangunan gedung kantor. Lokasinya juga berada di tengah permukiman warga dan dekat dengan masjid, sehingga secara sosial dinilai mendukung upaya pendekatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat secara langsung.
“Dengan lokasi yang dekat pemukiman, kita berharap ke depan siapa pun pejabat yang berkantor di sini bisa langsung mendengar aspirasi masyarakat,” ujar Mian.
Selain meninjau lokasi, dalam kesempatan tersebut Wagub Mian juga melakukan dialog singkat dengan warga Desa Apoho yang hadir di sekitar lokasi. Ia mendengarkan sejumlah aspirasi masyarakat, terutama terkait akses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan konektivitas informasi.
Wakil Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran Kantor Penghubung di Pulau Enggano tidak sekadar sebagai simbol kehadiran pemerintahan, tetapi juga sebagai bentuk konkret keinginan pemerintah untuk lebih dekat dengan rakyat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
“Ini bukan hanya tentang membangun gedung, tapi membangun kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat. Kantor Penghubung ini nantinya akan menjadi pusat koordinasi berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Enggano,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mian menyampaikan bahwa rencana pembangunan kantor ini akan diusulkan dalam rencana kerja pemerintah daerah tahun anggaran 2026. Ia pun mengaku telah menyampaikan rekomendasi langsung kepada Gubernur Bengkulu untuk menindaklanjuti proses administrasi dan perencanaan teknis pembangunan.
“Kita beri rekomendasi kepada Pak Gubernur agar segera dibangun pada tahun 2026. Yawahika,” pungkas Mian dengan semangat, menggunakan sapaan khas masyarakat Enggano sebagai bentuk keakraban.
Camat Enggano dan Kepala Desa Apoho menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pembangunan Kantor Penghubung tersebut. Mereka menilai keberadaan kantor itu akan membawa dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi administrasi pemerintahan maupun dari sisi ekonomi dan sosial.
“Kami sangat mendukung dan siap berkolaborasi untuk menyukseskan pembangunan ini. Ini harapan masyarakat sejak lama agar pemerintah provinsi punya kehadiran langsung di sini,” ujar Kepala Desa Apoho.
Sementara itu, masyarakat yang mendengar kabar rencana pembangunan tersebut turut mengungkapkan rasa senangnya. Salah seorang tokoh masyarakat Desa Apoho, mengaku optimis bahwa pembangunan Kantor Penghubung ini akan membawa perubahan positif di Enggano.
“Semoga cepat dibangun. Dengan adanya kantor penghubung, kami lebih mudah menyampaikan aspirasi dan mendapatkan pelayanan,” ucapnya.
Langkah Wakil Gubernur Bengkulu ini menjadi sinyal kuat bahwa perhatian terhadap pulau terluar semakin nyata. Pulau Enggano, yang selama ini menghadapi tantangan dalam hal konektivitas dan pelayanan publik, diharapkan akan lebih maju dan berkembang seiring peningkatan kehadiran pemerintahan secara fisik dan fungsional.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra