TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kebijakan berbeda diambil Pemerintah Kota Bengkulu dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memastikan dirinya tidak akan menggelar kegiatan open house baik di rumah dinas maupun di kediaman pribadinya pada Lebaran tahun ini.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang juga memutuskan untuk tidak mengadakan kegiatan serupa.
Meski tidak ada agenda resmi open house, Dedy menegaskan bahwa tradisi silaturahmi saat Lebaran tetap menjadi bagian penting yang tidak akan ditinggalkan. Ia menyebutkan, pintu rumahnya tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang bersilaturahmi.
“Walaupun kita tidak menggelar open house, kalau ada masyarakat atau tamu yang datang bersilaturahmi ke rumah tentu tetap kita terima dengan baik,” ujar Dedy.
Dukung Kebijakan Gubernur Bengkulu
Menurut Dedy, keputusan untuk tidak mengadakan open house sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang saat ini tengah digalakkan pemerintah daerah.
Ia menilai langkah yang diambil oleh Gubernur Bengkulu merupakan kebijakan yang tepat, terutama di tengah upaya pemerintah memprioritaskan penggunaan anggaran untuk pembangunan yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
Dedy mengaku sangat mendukung kebijakan tersebut dan siap menyesuaikan langkah Pemerintah Kota Bengkulu agar sejalan dengan arah kebijakan pemerintah provinsi.
“Kita kaji dulu seperti apa. Kalau semangat Pak Gubernur itu bagus dan kita dukung, mungkin lebih kepada silaturahminya saja. Kita tidak open house, tapi tetap ada silaturahmi,” ungkapnya.
Fokus Efisiensi Anggaran dan Pembangunan
Kebijakan tidak menggelar open house pada momen Lebaran tahun ini juga berkaitan erat dengan upaya pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran.
Anggaran yang biasanya digunakan untuk kegiatan seremonial tersebut diharapkan dapat dialihkan untuk program-program yang lebih produktif, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini dinilai menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memaksimalkan penggunaan anggaran agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.
Selain itu, pemerintah juga ingin memastikan bahwa program pembangunan daerah tetap berjalan optimal di tengah berbagai kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.
Pejabat Akan Lebih Dekat dengan Masyarakat
Sebagai alternatif dari kegiatan open house, jajaran pemerintah daerah justru akan lebih aktif turun langsung ke tengah masyarakat.
Pendekatan ini dianggap lebih efektif dalam membangun kedekatan antara pemerintah dengan warga, sekaligus menjadi sarana untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Dengan turun langsung ke lapangan, para pejabat daerah diharapkan dapat melihat secara nyata kondisi masyarakat serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi.
Hal tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat hubungan sosial dan mempererat silaturahmi tanpa harus melalui kegiatan seremonial yang berskala besar.
Silaturahmi Tetap Menjadi Tradisi Lebaran
Meski tidak ada kegiatan open house resmi, Dedy menegaskan bahwa nilai utama dari perayaan Lebaran tetap dijaga, yakni mempererat hubungan persaudaraan dan silaturahmi.
Ia berharap masyarakat tetap memanfaatkan momentum Idulfitri untuk saling bermaaf-maafan dan memperkuat hubungan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, Lebaran bukan hanya soal acara formal atau seremonial, tetapi lebih kepada makna kebersamaan dan persaudaraan.
Dengan kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu ingin menunjukkan bahwa kesederhanaan dalam perayaan Lebaran tidak akan mengurangi makna silaturahmi, bahkan justru dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat secara lebih sederhana namun bermakna.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra