Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Fokus Jalankan Program 100 Hari, Tak Gubris Isu Mutasi

Wali Kota Bengkulu Fokus Jalankan Program 100 Hari, Tak Gubris Isu Mutasi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>  Isu terkait mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali mencuat ke publik. Namun, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memilih tidak terlarut dalam polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjalankan program kerja 100 hari bersama Wakil Wali Kota, Ronny PL Tobing, untuk membangun dan menata Kota Bengkulu ke arah yang lebih baik.

Dedy menyampaikan bahwa dirinya dan wakilnya telah mengikat janji politik dengan masyarakat Kota Bengkulu. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh jajaran Pemkot agar tetap solid dan bekerja secara maksimal demi mewujudkan visi-misi pemerintahan yang telah dicanangkan.

"Kami punya janji kepada rakyat. Amanah yang diberikan kepada kita bukan hal sepele, maka harus dijaga. Saya minta kepada seluruh ASN dan jajaran OPD agar tidak terpengaruh isu mutasi dan tetap fokus pada pekerjaan masing-masing," ujarnya.

Salah satu persoalan krusial yang menjadi perhatian utama Wali Kota saat ini adalah penataan pasar. Dedy meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bersinergi menyelesaikan persoalan pasar yang dianggap semrawut. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban, khususnya agar pedagang tidak lagi menggunakan badan jalan untuk berjualan.

"Pasar adalah wajah kota. Kalau tidak ditata dengan baik, kesan buruk akan muncul di mata masyarakat dan pengunjung. Perindag dan Satpol PP harus turun langsung, tata pasar agar bersih dan tertib, dan pastikan perda ditegakkan," tegas Dedy.

Selain penataan pasar, program percepatan pembangunan juga menjadi agenda prioritas. Dedy dan Ronny menargetkan pembenahan kawasan Pantai Panjang agar lebih menarik sebagai destinasi wisata utama kota. Selain itu, mereka berkomitmen menuntaskan persoalan banjir serta memperindah wajah Kota Bengkulu dengan berbagai langkah konkret.

"Semua ini kita lakukan demi kemajuan Kota Bengkulu. Kalau saya bekerja sendiri, lalu untuk apa ada OPD? Saya ingin kerja sama dari semua pihak. Jangan cuma bisa berteori, tapi tidak ada aksi nyata," katanya dengan nada serius.

Menurut Dedy, seluruh program yang dijalankan pemerintah kota saat ini berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ia ingin menciptakan suasana kota yang nyaman, bersih, dan membahagiakan warganya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajarannya agar responsif terhadap laporan masyarakat. Setiap aduan, sekecil apa pun, harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan.

"Saya tidak mau dengar banyak alasan. Yang saya butuhkan adalah tindakan nyata. Orang yang suka beralasan itu cenderung gagal. Orang sukses selalu mencari solusi, bukan alasan," pungkasnya.

Dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, Dedy optimistis program 100 hari kerjanya akan membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi Kota Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra