Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Lepas Siswa SMP IT Iqra Study Camp

Wali Kota Bengkulu Lepas Siswa SMP IT Iqra Study Camp

Dedy Wahyudi secara resmi melepas keberangkatan peserta Study Camp SMP IT Iqra Kota Bengkulu menuju Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pelepasan tersebut berlangsung di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Jumat (2/1/2026), dan turut dihadiri oleh istri Wali Kota, Ny. Dian Fitriani Wahyudi, jajaran guru, serta orang tua siswa.

Kegiatan Study Camp ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak 2 hingga 11 Januari 2026. Program tersebut menjadi salah satu agenda unggulan SMP IT Iqra yang dirancang sebagai pembelajaran di luar kelas dengan pendekatan edukatif, religius, dan menyenangkan bagi para peserta didik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Wahyudi mengapresiasi komitmen SMP IT Iqra dalam menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak siswa. Menurutnya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menyeimbangkan ilmu pengetahuan, keimanan, dan moralitas.

“Study Camp seperti ini sangat positif karena memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk belajar mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta memperluas wawasan. Ini adalah bekal penting dalam membentuk generasi masa depan yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Dedy.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Selain menimba ilmu, para siswa diharapkan dapat menjaga sikap, kedisiplinan, serta nama baik daerah selama mengikuti kegiatan di luar Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Kepala SMP IT Iqra Kota Bengkulu menjelaskan bahwa Study Camp merupakan program tahunan yang bertujuan memperkuat kompetensi siswa di berbagai bidang unggulan. Pare, Kediri dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa, khususnya Bahasa Inggris, yang telah memiliki reputasi nasional.

“Selama Study Camp, siswa akan mengikuti berbagai kelas intensif seperti Al-Qur’an, Bahasa Inggris, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Semua materi dirancang untuk meningkatkan kecerdasan intelektual sekaligus spiritual siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan bersifat interaktif dan aplikatif. Dengan demikian, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga dilatih untuk mempraktikkan langsung ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Ny. Dian Fitriani Wahyudi yang turut hadir dalam pelepasan tersebut juga memberikan motivasi kepada para siswa. Ia berharap kegiatan Study Camp dapat menjadi pengalaman berharga yang membentuk kepercayaan diri, kemandirian, serta semangat belajar para peserta.

“Anak-anak adalah aset berharga bangsa. Semoga melalui kegiatan ini lahir generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun negara,” ujarnya.

Pelepasan peserta Study Camp berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Para orang tua tampak memberikan dukungan serta doa agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan para siswa kembali ke Bengkulu dengan membawa ilmu, pengalaman, serta kenangan yang bermanfaat untuk masa depan mereka.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra