Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Sesalkan Pencabutan Pohon Kelapa di Pantai Panjang, GEMPALA Tetap Dilanjutkan

Wali Kota Bengkulu Sesalkan Pencabutan Pohon Kelapa di Pantai Panjang, GEMPALA Tetap Dilanjutkan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, akhirnya angkat bicara terkait beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan adanya oknum yang diduga dengan sengaja mencabut pohon kelapa hasil penanaman di kawasan Pantai Panjang. Pohon tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Menanam 10 Ribu Pohon Kelapa (GEMPALA) yang tengah digalakkan Pemerintah Kota Bengkulu.

Dedy menegaskan rasa kecewanya atas tindakan yang dinilainya tidak mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan maupun pembangunan kota. Menurutnya, program GEMPALA dirancang sebagai salah satu langkah strategis mempercantik Pantai Panjang agar semakin indah, hijau, dan memiliki daya tarik estetika alami dengan kehadiran deretan pohon kelapa di sepanjang bibir pantai.

“Saya baru tahu ada kejadian seperti itu, dan sangat menyayangkan. Padahal penanaman pohon kelapa ini tidak mengganggu siapa pun. Inilah yang seringkali membuat Bengkulu terhambat dengan hal-hal negatif yang seharusnya bisa dihindari,” ujar Dedy dengan nada kecewa, Rabu (27/8).

Gerakan Gotong Royong untuk Pantai Panjang

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa GEMPALA bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, komunitas, hingga pihak swasta. Semua pihak yang terlibat, kata dia, melakukannya dengan semangat gotong royong demi kemajuan wisata Pantai Panjang.

“Orang yang mendonasikan bibit kelapa itu melakukannya dengan penuh keikhlasan. Tetapi ada oknum yang justru mencabutnya. Kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan merusak atau mengganggu,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah bersama warga selama ini berupaya keras menjadikan Pantai Panjang sebagai salah satu ikon wisata unggulan Bengkulu. Dengan panorama alami yang indah dan garis pantai yang luas, Pantai Panjang diyakini mampu menjadi magnet wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Karena itu, setiap langkah perbaikan dan penghijauan sangatlah penting untuk meningkatkan daya tarik kawasan ini.

Harapan dan Doa untuk Pelaku

Meskipun kecewa, Dedy tetap memilih untuk mendoakan pihak yang telah mencabut pohon kelapa tersebut agar mendapat kesadaran. Menurutnya, tindakan merusak fasilitas publik atau inisiatif hijau sama saja dengan merugikan masyarakat luas.

“Kita doakan yang mencabut pohon itu semoga Allah buka hatinya, diberikan hidayah agar tidak lagi berbuat semena-mena. Insya Allah, pohon yang dicabut itu akan segera kita ganti dengan yang baru,” ungkapnya.

Dedy juga meminta masyarakat untuk lebih peduli menjaga lingkungan, khususnya di kawasan Pantai Panjang yang menjadi salah satu aset berharga Kota Bengkulu. Ia menekankan bahwa keberhasilan program penghijauan tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga partisipasi aktif masyarakat dalam merawat dan melindunginya.

GEMPALA dan Manfaat Ekologisnya

Gerakan Menanam 10 Ribu Pohon Kelapa (GEMPALA) yang digagas langsung oleh Wali Kota Bengkulu memiliki tujuan ganda: memperindah kawasan wisata sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pantai. Keberadaan pohon kelapa di garis pantai memberikan manfaat ekologis yang besar, seperti mencegah abrasi, menjaga kelembaban tanah, serta menjadi habitat bagi berbagai satwa.

Selain itu, keindahan visual dari jajaran pohon kelapa di sepanjang pantai diyakini mampu meningkatkan daya tarik wisata. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati panorama laut, tetapi juga mendapatkan pengalaman estetik dan natural khas pantai tropis yang teduh dengan rimbunnya pepohonan kelapa.

“Jika pantai kita indah dan terawat, otomatis akan semakin banyak wisatawan yang datang. Dampaknya tentu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, baik pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga sektor jasa wisata,” jelas Dedy.

Ajak Warga Bersama Menjaga

Menutup pernyataannya, Dedy kembali mengajak seluruh masyarakat Bengkulu untuk bersama-sama mendukung dan menjaga keberlangsungan program penghijauan ini. Ia berharap kasus pencabutan pohon tidak terulang, dan justru menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan.

“Pantai Panjang adalah milik kita semua. Kalau dirawat dengan baik, manfaatnya akan kita rasakan bersama. Maka mari kita jaga, jangan kita rusak. Semoga GEMPALA ini bisa berjalan sesuai harapan dan menjadikan Bengkulu semakin dikenal sebagai kota wisata yang indah, bersih, dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Pemkot Bengkulu optimistis Pantai Panjang akan terus berkembang menjadi destinasi unggulan yang bukan hanya menyajikan panorama laut nan menawan, tetapi juga suasana asri berkat keberadaan pohon kelapa hasil gerakan GEMPALA.

Pewarta : Agus Faisal

Editing : Adi Saputra