Skip to main content

Walikota Bengkulu Ajak Warga Kembali Hidupkan Pasar Tradisional

Walikota Bengkulu Ajak Warga Kembali Hidupkan Pasar Tradisional

TEROPONGPUBLIK.CO.ID -Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menjadikan pasar tradisional sebagai pusat aktivitas belanja sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam membangun wajah kota yang lebih tertib, bersih, serta nyaman bagi semua lapisan masyarakat.

Menurut Dedy, pasar tradisional memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mencerminkan kehidupan warga kota. Oleh karena itu, penataan pasar menjadi salah satu prioritas Pemkot agar keberadaannya tetap relevan di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.

Dalam pesannya, Dedy menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap pasar-pasar yang ada di Kota Bengkulu. Mulai dari perbaikan fasilitas, pengaturan lapak pedagang, hingga peningkatan kebersihan lingkungan pasar. Semua langkah tersebut bertujuan agar pasar terlihat lebih rapi, indah, dan nyaman untuk dikunjungi.

Ia juga mengimbau masyarakat yang selama ini masih berbelanja di bahu jalan atau lapak-lapak liar untuk mulai masuk ke dalam area pasar resmi. Menurutnya, kebiasaan berbelanja di pinggir jalan justru menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan, gangguan ketertiban umum, hingga menurunnya estetika kota.

“Mari kita bersama-sama menata Kota Bengkulu agar semakin indah dan tertib. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan pasar tradisional yang sudah disediakan pemerintah,” ujar Dedy dalam pesannya, Jumat (6/2/2026).

Dedy menjelaskan, ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh masyarakat jika berbelanja di dalam pasar. Dari sisi kebersihan, bahan pangan yang dijual di pasar lebih terjaga karena berada di lokasi yang telah diatur dan diawasi. Selain itu, pengunjung juga tidak perlu khawatir kehujanan atau kepanasan karena sebagian besar pasar telah dilengkapi atap dan fasilitas pendukung.

Tidak hanya itu, transaksi jual beli di dalam pasar dinilai lebih adil dan transparan. Harga barang bisa dibandingkan antar pedagang, sehingga pembeli memiliki banyak pilihan. Hal ini sekaligus membantu pedagang kecil agar tetap mendapatkan pembeli tanpa harus bersaing secara tidak sehat di luar area pasar.

Menurut Dedy, keberadaan pasar yang tertata dengan baik juga berkontribusi besar terhadap terwujudnya visi Bengkulu sebagai kota yang bersih, nyaman, dan ramah lingkungan. Jika aktivitas ekonomi terpusat di tempat yang semestinya, maka ruang publik seperti trotoar dan badan jalan dapat difungsikan kembali sesuai peruntukannya.
“Pasar yang nyaman akan menciptakan suasana yang menyenangkan. Pedagang merasa tenang karena tempatnya tertata, pembeli pun betah karena lingkungannya bersih dan aman,” ungkapnya.

Dedy menambahkan, pemerintah tidak hanya menuntut peran masyarakat, tetapi juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pasar. Ke depan, Pemkot Bengkulu berencana menambah fasilitas umum seperti tempat parkir, toilet yang layak, serta pengelolaan sampah yang lebih baik agar pasar benar-benar menjadi ruang publik yang representatif.
Ia berharap, gerakan kembali ke pasar tradisional dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya kunjungan ke pasar, roda perekonomian lokal akan bergerak lebih cepat, kesejahteraan pedagang meningkat, dan kota pun terlihat lebih hidup.

“Ayo kita belanja ke dalam pasar. Kalau pasar kita tertata rapi dan indah, semua akan merasakan manfaatnya. Pedagang senang, pembeli pun puas,” tutup Dedy dengan penuh optimisme.

Melalui ajakan ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap tercipta sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketertiban kota. Pasar tradisional tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga simbol kebersamaan dan kearifan lokal yang patut dipertahankan di tengah arus modernisasi.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra