Skip to main content

Walikota Dedy Wahyudi Tawarkan Kota Bengkulu Jadi Tuan Rumah Rakernas JKPI Selanjutnya

Walikota Dedy Wahyudi Tawarkan Kota Bengkulu Jadi Tuan Rumah Rakernas JKPI Selanjutnya

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Kunjungan Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, ke Kota Yogyakarta dalam rangka menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2025 bukan hanya sekadar untuk berpartisipasi dalam forum tahunan tersebut. Di balik agenda resmi itu, Dedy membawa misi strategis demi kemajuan Kota Bengkulu.

Dalam sesi wawancara yang digelar usai acara pembukaan Rakernas di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (6/8/2025), Dedy mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung mengusulkan Kota Bengkulu sebagai tuan rumah Rakernas JKPI tahun berikutnya.

“Ini adalah momentum emas. Kita manfaatkan kesempatan ini untuk menawarkan Kota Bengkulu sebagai tuan rumah Rakernas JKPI yang akan datang. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar niat ini bisa terwujud,” ujar Dedy.

Langkah ini merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Kota Bengkulu dalam menjadikan kota berjuluk Bumi Merah Putih itu sebagai pusat penyelenggaraan berbagai event berskala nasional. Menurut Dedy, kehadiran event nasional seperti JKPI tidak hanya memperkuat eksistensi Kota Bengkulu di tingkat nasional, tetapi juga menjadi pendorong utama pergerakan ekonomi masyarakat.

“Ketika kita menjadi tuan rumah event nasional, otomatis banyak orang dari luar daerah akan datang. Mereka akan menginap di hotel, makan di rumah makan lokal, membeli cendera mata, dan tentu saja uang akan berputar di kota ini. Itulah yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terang Dedy.

Selama berada di Yogyakarta, Dedy terlihat aktif menjalin komunikasi dan melakukan pendekatan dengan sejumlah kepala daerah peserta JKPI. Pantauan tim Media Center Kota Bengkulu memperlihatkan Dedy berdiskusi intensif dengan Walikota Magelang, Walikota Lubuklinggau, Walikota Ternate, dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Upaya ini dilakukan guna menggalang dukungan agar usulan Kota Bengkulu sebagai tuan rumah Rakernas mendapat sambutan positif.

“Ada 75 kota dan kabupaten yang tergabung dalam JKPI, dan semuanya tentu ingin menjadi tuan rumah. Maka dari itu, kita butuh dukungan dari banyak pihak, terutama para anggota JKPI lainnya. Insyaallah, dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, Bengkulu bisa dipercaya menjadi penyelenggara,” tegas Dedy.

JKPI sendiri merupakan wadah yang menghimpun kota-kota di Indonesia yang memiliki warisan sejarah dan budaya. Organisasi ini bertujuan untuk menjaga, melestarikan, dan mempromosikan nilai-nilai kearifan lokal serta kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing daerah anggotanya. Keikutsertaan Kota Bengkulu dalam jaringan ini telah menjadi komitmen dalam menjaga situs-situs bersejarah serta mendorong sektor pariwisata berbasis budaya.

Walikota Dedy menambahkan bahwa Kota Bengkulu memiliki segala potensi dan kesiapan untuk menyambut pelaksanaan Rakernas JKPI. Infrastruktur pendukung seperti fasilitas penginapan, lokasi acara, hingga destinasi wisata sudah cukup memadai. Ia pun yakin, dengan sinergi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, Bengkulu mampu menjadi tuan rumah yang membanggakan.

“Kami siap secara teknis dan nonteknis. Semangat masyarakat Bengkulu sangat luar biasa dalam menyambut tamu dari luar. Ini bukan hanya soal event, tapi tentang bagaimana kita memperkenalkan Bengkulu ke panggung nasional,” imbuhnya.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah pihak yang ditemui. Beberapa kepala daerah menyampaikan apresiasi atas semangat Kota Bengkulu yang siap tampil sebagai tuan rumah. Diharapkan, keputusan akhir terkait lokasi Rakernas tahun depan akan diputuskan dalam forum internal JKPI yang berlangsung selama kegiatan ini.

Dengan tawaran ini, Kota Bengkulu kembali menunjukkan tekadnya untuk terus berbenah, berkembang, dan berkontribusi dalam jejaring kota pusaka Indonesia. Apabila disetujui, maka Rakernas JKPI mendatang akan menjadi momentum penting yang tidak hanya memperkuat posisi Bengkulu sebagai kota pusaka, tetapi juga sebagai destinasi unggulan yang sarat nilai budaya dan sejarah.

Pewarta : Amg

Editing : Adi saputra