TEROPONGPUBLIK.CO.ID -Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengingatkan warga untuk berhati-hati saat melaksanakan tradisi mandi "balimau" di sungai sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya peningkatan aktivitas buaya, yang menjadi predator potensial bagi manusia di sejumlah sungai.
Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Amri Kurniadi, menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang tradisi mandi "balimau" tersebut, namun mengingatkan warga akan potensi bahaya yang ada. Sungai-sungai seperti Sungai Manjuto, Sungai Selagan, dan sungai di Desa Tunggang, yang biasanya menjadi tempat ritual tersebut dilaksanakan, kini dihuni oleh buaya-buaya yang meningkat jumlahnya.
Bagi masyarakat Mukomuko, "balimau" merupakan sebuah tradisi yang dilakukan setiap menjelang bulan puasa Ramadhan sebagai bentuk persiapan rohani dan jasmani. Namun, dengan adanya peningkatan populasi buaya di sekitar sungai-sungai tersebut, Kurniadi mengingatkan agar warga tetap berhati-hati saat melaksanakan ritual tersebut.
Menurut Kurniadi, sebelumnya warga terbiasa melaksanakan "balimau" di sungai terdekat di wilayah mereka. Namun, situasi saat ini berbeda dengan adanya peningkatan keberadaan buaya, sehingga keselamatan warga menjadi perhatian utama pemerintah.
“Jangan sampai momen bahagia warga mandi balimau di sungai justru rusak karena ada yang dimangsa buaya,” ungkap Kurniadi dengan tegas.
Selain mengingatkan akan bahaya buaya, pemerintah juga menyoroti musim hujan yang tengah melanda daerah tersebut. Hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan, seperti hanyutnya warga saat melaksanakan mandi "balimau" di sungai.
Kurniadi mengimbau agar warga tetap bersukacita menyambut bulan suci Ramadhan dengan melaksanakan tradisi mandi "balimau", namun tetap menjaga keselamatan diri dan berhati-hati. Kehadiran pemerintah dalam memberikan peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan warga Mukomuko dalam menjalankan tradisi keagamaan mereka.
Sebagai langkah preventif, pemerintah setempat juga akan melakukan upaya-upaya untuk mengamankan area sungai yang sering digunakan untuk mandi "balimau". Ini mencakup peningkatan patroli keamanan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang cara menghindari bahaya saat berada di sekitar sungai yang berpotensi membahayakan.
Dengan demikian, diharapkan keselamatan dan keamanan warga Mukomuko dapat terjaga, sambil tetap mempertahankan tradisi dan kebudayaan yang telah menjadi bagian dari identitas mereka.
Pewarta: Bosdi Arifin
Editing: Adi Saputra