TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wakil Walikota Bengkulu, Ronny PL Tobing, memantau langsung proses seleksi dan pembahasan inovasi daerah yang masuk dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sekaligus tahapan lomba inovasi tingkat Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Hidayah II, Kantor Walikota Bengkulu, pada Selasa (29/7/2025).
Dalam arahannya, Ronny PL Tobing menegaskan pentingnya objektivitas dan ketelitian dalam proses seleksi inovasi daerah. Ia meminta kepada seluruh tim penilai agar tidak hanya fokus pada gagasan di atas kertas, namun benar-benar memastikan bahwa inovasi yang diajukan telah dijalankan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Bengkulu.
“Saya harap kita semua betul-betul selektif dalam menilai. Jangan hanya karena idenya bagus, lalu kita nilai tinggi, padahal belum dijalankan atau belum memberi manfaat. Terpenting, inovasi itu sudah berjalan, punya manfaat jelas, dan bisa direplikasi di tempat lain,” ujar Ronny.
Menurutnya, keberadaan inovasi daerah bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif untuk ajang penghargaan, melainkan merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ronny juga menambahkan, Pemkot Bengkulu terus mendorong terciptanya inovasi di setiap lini perangkat daerah sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan efektivitas pemerintahan dan mempercepat layanan kepada publik.
“Kalau inovasinya bagus dan terbukti bermanfaat, tentu akan kita dorong untuk terus dikembangkan. Bahkan bisa kita dorong untuk menjadi kebijakan strategis daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Inovasi Daerah Kota Bengkulu, Sehmi, dalam laporannya menyampaikan bahwa sejauh ini peserta lomba inovasi menunjukkan kualitas gagasan yang cukup membanggakan. Ia menyebut persaingan antar peserta sangat kompetitif sehingga menyulitkan tim untuk memilih yang paling unggul.
“Peserta tahun ini cukup banyak yang menyajikan inovasi menarik. Baik dari sisi gagasan maupun pelaksanaannya di lapangan. Persaingannya cukup ketat, jadi memang tidak mudah bagi kami untuk mengerucutkan siapa yang terbaik,” kata Sehmi.
Ia juga menuturkan, inovasi yang masuk ke dalam tahap pembahasan mencakup berbagai sektor pelayanan publik, mulai dari administrasi kependudukan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat dan digitalisasi layanan.
“Rata-rata sudah berjalan dan ada yang bahkan sudah berdampak langsung pada efisiensi kerja perangkat daerah serta kepuasan masyarakat,” tambahnya.
Adapun tim pembahas yang terlibat dalam proses seleksi ini terdiri dari para Staf Ahli Walikota Bengkulu, para Asisten Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, serta tim teknis dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu.
Tim ini bertugas melakukan validasi terhadap seluruh proposal inovasi yang diajukan, melakukan penilaian berdasarkan indikator IGA Kemendagri, serta memberikan masukan teknis untuk penyempurnaan proposal sebelum dikirim ke tingkat pusat.
Salah satu anggota tim pembahas, Rika Damayanti dari Bappeda Kota Bengkulu, menjelaskan bahwa indikator utama penilaian meliputi keberlanjutan inovasi, sejauh mana inovasi tersebut memecahkan persoalan daerah, dan tingkat keterlibatan masyarakat.
“Kita juga menilai aspek replikasi, apakah inovasi ini bisa diterapkan di tempat lain. Lalu kita lihat dampaknya, apakah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Rika.
Melalui proses seleksi dan pembahasan yang ketat ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap dapat mengirimkan inovasi daerah terbaik untuk bersaing di ajang IGA Kemendagri 2025. Selain itu, Pemkot juga ingin memastikan bahwa inovasi yang dilahirkan dari kompetisi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra