Skip to main content

Yayasan Generasi Rabbani Menggelar Talkshow Pendidikan di Bengkulu: Mengusung Tema Adab dan Kolaborasi

Yayasan Generasi Rabbani Menggelar Talkshow Pendidikan di Bengkulu: Mengusung Tema Adab dan Kolaborasi,Senin(30/9)(aMg - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  >>><< Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, Generasi Rabbani, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang beradab dengan menggelar talkshow bertema "Membangun Generasi Emas dengan Adab yang Kokoh: Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat". Acara yang diadakan pada Sabtu pagi (28/9) bertempat di Hotel Adeeva, Kota Bengkulu, melibatkan ratusan peserta yang terdiri dari guru, murid, serta orang tua murid.

Talkshow ini menghadirkan pembicara nasional, Wido Suparaha, yang dikenal sebagai pendiri Sekolah Adab Insan Mulia. Wido menyoroti pentingnya pendidikan berbasis adab dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral dan etika. Menurutnya, keberhasilan membangun generasi emas bergantung pada sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. "Ketiga komponen ini harus saling mendukung agar pendidikan adab bisa terlaksana dengan baik," jelas Wido dalam sesi utama talkshow.

Salah satu hal menarik dari acara ini adalah partisipasi aktif murid-murid Yayasan Generasi Rabbani sebagai panitia. Seluruh tim penyelenggara, mulai dari bagian teknis hingga protokoler, dikelola langsung oleh para siswa yang sedang menempuh pendidikan di yayasan tersebut. Selain itu, acara ini disajikan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, menunjukkan kemampuan para siswa dalam berkomunikasi secara bilingual, yang merupakan salah satu fokus pendidikan di Generasi Rabbani.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Generasi Rabbani, Iip Arifin, mengungkapkan visi besar yayasan untuk menjadi pusat peradaban yang memprioritaskan pendidikan berbasis adab. "Kami tidak hanya ingin meluncurkan sekolah Pengadaban di lingkungan yayasan, tetapi juga meminta masukan dari pemerintah dan para praktisi yang hadir hari ini. Kami ingin berbagi mimpi besar ini dengan para orang tua murid," ujar Iip penuh semangat. Ia berharap acara ini bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkan visi tersebut dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam dunia pendidikan.

Selain Iip, Ketua Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), Dani Hamdani, juga memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kualitas pendidikan yang diterapkan di Generasi Rabbani. Menurutnya, yayasan ini telah memenuhi standar mutu yang diterapkan oleh JSIT, yang menjadikan adab sebagai prioritas utama dalam proses pembelajaran. "Kami di JSIT memiliki kontrol dan standar yang ketat, dan Generasi Rabbani adalah salah satu sekolah yang memenuhi standar tersebut. Adab memang harus ditempatkan di atas segalanya dalam pendidikan," tegas Dani.

Pemerintah kota Bengkulu pun turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Asisten 1 Pemerintah Kota Bengkulu, Made Ardana, yang hadir mewakili Penjabat (PJ) Wali Kota Bengkulu, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Generasi Rabbani dalam mendorong terciptanya generasi yang beradab dan berprestasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat relevan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menekankan pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas. "Pemerintah kota sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tentunya, untuk mewujudkan kota yang maju, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Kolaborasi dengan masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan, sangatlah penting," ungkap Made dalam pidatonya sekaligus membuka acara secara resmi.

Acara talkshow yang berlangsung sepanjang hari ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para peserta tentang pentingnya pendidikan adab, tetapi juga memperkuat tekad untuk terus berkontribusi dalam membangun generasi emas yang beradab dan berkarakter. Yayasan Generasi Rabbani berharap bahwa kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk menempatkan adab sebagai prioritas utama dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Pewarta :aMg

Editing : Adi Saputra