TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Timnas Indonesia mengakhiri drama panjang di final Piala ASEAN dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10/2026), Indonesia akhirnya memastikan kemenangan setelah pertandingan berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu.
Pertandingan final yang disaksikan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tersebut berlangsung dalam tensi tinggi. Ribuan suporter memenuhi tribun GBK dan terus memberikan dukungan kepada skuad Garuda sepanjang pertandingan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia berusaha mengambil kendali permainan. Tim asuhan John Herdman tampil agresif dengan membangun serangan dari berbagai sisi lapangan.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan Indonesia pada babak pertama. Serangan yang dibangun dari sektor sayap beberapa kali membuat lini pertahanan Thailand bekerja keras. Namun, penyelesaian akhir Indonesia belum mampu menembus gawang lawan.
Pemain Indonesia, termasuk Calvin Verdonk yang beroperasi di sisi kiri, terus memberikan tekanan. Beberapa kali pergerakannya membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk melakukan penetrasi ke pertahanan Thailand.
Meski mendapat tekanan, Thailand tidak tinggal diam. Tim Gajah Perang beberapa kali mengandalkan serangan balik cepat. Memasuki sekitar menit ke-35, Thailand bahkan memperoleh sejumlah peluang yang memaksa penjaga gawang Indonesia melakukan penyelamatan penting.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih sama-sama gagal mencetak gol. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.
Wasit juga mengeluarkan dua kartu kuning pada paruh pertama. Masing-masing satu kartu diberikan kepada pemain Indonesia dan Thailand.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin keras. Kedua tim bermain dengan tempo tinggi dan saling melakukan tekanan. Thailand terlihat lebih agresif dalam duel fisik sehingga kembali mendapat hukuman kartu dari wasit.
Drama semakin memuncak pada menit ke-80. Pemain Thailand, Michael, melakukan pelanggaran keras terhadap Romeny. Wasit kemudian memberikan kartu merah sehingga Thailand harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan tekanan. Pada menit ke-83, tendangan keras Dean James mengenai pemain belakang Thailand, Iklas (16), sebelum bola masuk ke gawang sendiri. Gol tersebut membuat Indonesia berbalik unggul 1-0.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Thailand mampu merespons dengan cepat. Pada menit ke-86, Iklas menebus kesalahannya melalui tendangan keras di depan gawang Indonesia yang membuat kedudukan berubah menjadi 1-1.
Bermain dengan 10 pemain, Thailand justru mampu memberikan kejutan. Memasuki babak tambahan waktu, serangan mereka kembali membahayakan pertahanan Indonesia.
Pada menit ke-111, Thailand berhasil mencetak gol melalui tendangan keras yang membuat Indonesia tertinggal 1-2.
Indonesia tidak menyerah. Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya pada menit ke-115, Baggott berhasil mencetak gol dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir. Karena kedua tim tetap imbang, penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam drama adu penalti, mental pemain Indonesia tampil lebih kuat. Skuad Garuda akhirnya memenangkan babak tos-tosan dengan skor 5-3 atas Thailand.
Kemenangan tersebut disambut meriah oleh para pemain dan suporter Indonesia. Stadion GBK pun bergemuruh ketika Indonesia memastikan diri keluar sebagai juara setelah melewati pertandingan final yang penuh drama.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra