Skip to main content

Inflasi Tahun 2023 Capai Terendah, 2,61 Persen di Kabupaten Rejang Lebong

 Inflasi di akhir tahun 2023 mencapai angka terendah, yakni sebesar 2,61 persen, demikian hasil evaluasi yang diumumkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah.rABU (FT : Gunawan teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Inflasi di akhir tahun 2023 mencapai angka terendah, yakni sebesar 2,61 persen, demikian hasil evaluasi yang diumumkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah. Rakor virtual ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Staf Ahli Bupati, Rosita, SH, Asisten II Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. Asli Samin, S.Kep, M.Kep, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rejang Lebong Rialdo Eka Putera, S.E,. M.Si.

Menurut Rosita, faktor penyumbang inflasi nasional pada tahun 2023 adalah cabai, bawang, daging ayam ras, dan beras. Meskipun angka inflasi di Indonesia secara keseluruhan mencapai 2,61 persen, Provinsi Bengkulu mencatat angka 3,09 persen (year-on-year).

"Inflasi Indonesia di tahun 2023 menjadi yang lebih terendah dibandingkan tahun-tahun terakhir, yaitu diangka 2,61 persen (yoy)," ungkap Rosita usai rapat.

Rosita juga menyoroti komoditas penyumbang inflasi nasional yang masih didominasi oleh cabai, bawang, daging ayam ras, dan beras. Dalam menghadapi situasi ini, ia mengimbau masyarakat Kabupaten Rejang Lebong agar terus menerapkan kegiatan bercocok tanam sebagai salah satu upaya untuk menekan inflasi, khususnya di wilayah tersebut.

Rapat evaluasi inflasi ini diharapkan menjadi landasan untuk langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi dan menghadapi potensi risiko inflasi di masa yang akan datang. Kabupaten Rejang Lebong berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pertanian sebagai salah satu solusi untuk meredam tekanan inflasi.

Pewarta : Gunawan 

Editing : Adi Saputra