Skip to main content

Infrastruktur Provinsi di Rejang Lebong Ditarget Rampung 2027, Wagub Pastikan Jalan dan Jembatan Dituntaskan

Wakil Gubernur Bengkulu Ir. H. Mian bersama Plt Bupati Rejang Lebong Hendri Praja dan jajaran OPD saat membahas percepatan pembangunan jalan dan jembatan provinsi di Kabupaten Rejang Lebong.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Rejang Lebong terus berjalan sesuai target. Seluruh ruas jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan provinsi ditargetkan dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2027.

Kepastian itu disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian saat memimpin rapat koordinasi bersama Plt Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja di ruang rapat Bupati Rejang Lebong, Senin (25/5/2026).

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, di antaranya Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso, Sekda Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar, para asisten daerah, Kepala Bappeda Alfreda Rotua Purba hingga jajaran teknis bidang infrastruktur.

Dalam arahannya, Wagub menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin seluruh jalan dan jembatan provinsi di wilayah Rejang Lebong dapat tuntas secara bertahap paling lambat tahun 2027. Ini menjadi komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat akses transportasi dan pelayanan publik,” ujar Mian.

Ia menjelaskan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2028 dengan fokus pada sejumlah ruas strategis yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memprioritaskan pembangunan ruas Jalan Curup–Air Dingin sepanjang 21,250 kilometer serta peningkatan Jalan Beringin Tiga–Bengkulu sepanjang 22 kilometer.

Selanjutnya pada tahun 2027, pembangunan dilanjutkan pada ruas Jalan Bukit Kaba sepanjang 6,9 kilometer dan Jalan Kepala Curup–Simpang Tiga Karang Baru sepanjang 19,7 kilometer.

Sementara untuk tahun 2028, pemerintah akan memfokuskan pengerjaan pada ruas Jalan PUT–Kota Padang Derati–Tanjung Enim yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 19,7 kilometer.

Menurut Wagub, percepatan pembangunan infrastruktur tersebut didukung melalui skema pinjaman daerah yang berhasil diperoleh Pemerintah Provinsi Bengkulu dari Bank Jabar dengan nilai mencapai Rp750 miliar.

Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan, tetapi juga untuk rehabilitasi jaringan irigasi yang dinilai sangat penting bagi sektor pertanian masyarakat.

“Melalui dukungan anggaran ini, kita optimistis seluruh infrastruktur jalan dan jembatan provinsi di Rejang Lebong dapat diselesaikan. Termasuk rehabilitasi jaringan irigasi Musi Kejalo yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan infrastruktur untuk tahun anggaran 2027.

Kepala Bappeda Rejang Lebong, Alfreda Rotua Purba mengusulkan pembangunan akses jalan menuju kawasan SMA Garuda yang masuk dalam salah satu program prioritas nasional pemerintah pusat.

Usulan itu langsung mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Bengkulu karena dinilai sejalan dengan program pengembangan pendidikan nasional.

“Program Sekolah Garuda merupakan prioritas Presiden, sehingga pemerintah provinsi tentu siap mendukung pembangunan akses infrastrukturnya,” tegas Mian.

Selain itu, Plt Bupati Rejang Lebong Hendri Praja turut meminta perhatian pemerintah provinsi terhadap kondisi jalan di kawasan Jembatan Air Duku yang sering terdampak banjir, serta penanganan Jembatan Air Merah yang dinilai membutuhkan rehabilitasi segera.

Menurut Hendri, kedua titik tersebut merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat setiap hari sehingga perlu penanganan cepat demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

“Kami berharap ada intervensi dari pemerintah provinsi untuk penanganan jalan Air Duku dan Jembatan Air Merah karena statusnya merupakan jalan provinsi,” kata Hendri.

Menanggapi usulan itu, Wagub memastikan Pemerintah Provinsi Bengkulu siap menindaklanjutinya melalui koordinasi lintas instansi dan dukungan teknis dari pihak terkait.

Ia bahkan menyebut pembangunan Jembatan Air Merah nantinya akan dilakukan melalui kerja sama dengan TNI untuk mempercepat proses pengerjaan di lapangan.

“Silakan segera ajukan proposal resmi untuk Jalan Air Duku. Sedangkan Jembatan Air Merah akan segera kita bangun bersama TNI sebagai pelaksana teknis,” pungkasnya.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra