Skip to main content

JAM-Intelijen Tegaskan Pentingnya Tata Kelola Pertambangan Timah Berkelanjutan di Bangka Belitung

Rapat Koordinasi Bangka Belitung: Sinergi Pemerintah dan Pemangku Kepentingan untuk Pertambangan Timah.Kamis(18/7)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pada acara penutupan Rapat Koordinasi Sosialisasi Penegakan Hukum dan Pembenahan Tata Kelola Pertambangan Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen), Prof. Dr. Reda Manthovani, memberikan sambutan yang berlangsung di Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat, dan akademisi.

Dalam sambutannya, JAM-Intelijen menekankan pentingnya sektor pertambangan timah bagi perekonomian nasional, khususnya bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Timah, dengan nilai ekonominya yang tinggi, merupakan sumber pendapatan utama bagi daerah ini. Namun, sektor ini juga memiliki potensi dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial, seperti pencemaran lingkungan, kerusakan hutan, dan konflik sosial.

"Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia melalui Kejaksaan RI berkomitmen untuk memastikan bahwa sektor pertambangan timah dikelola secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan penegakan hukum dan pembenahan tata kelola pertambangan timah," ujar JAM-Intelijen.

Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk beberapa hal penting, antara lain:

Mensosialisasikan pentingnya penegakan hukum tindak pidana korupsi pada sektor pertambangan.

Menginventarisasi dampak ekonomi dan sosial dari sektor pertambangan, serta merumuskan solusinya bersama pemangku kepentingan terkait.

Menginventarisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mungkin terkait dengan benda sitaan, untuk kemudian dikoordinasikan dengan Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI.

Pada kesempatan ini, JAM-Intelijen juga menekankan beberapa poin penting, yaitu:

Pentingnya penegakan hukum yang tegas dan konsisten terhadap pelanggar aturan pertambangan.

Pembenahan tata kelola pertambangan timah, termasuk penerapan sistem perizinan yang transparan dan akuntabel, serta penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan.

Peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pengusaha, masyarakat, dan akademisi, dalam upaya penegakan hukum dan pembenahan tata kelola pertambangan.

"Marilah kita bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan sektor pertambangan timah yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," imbuh JAM-Intelijen.

Mengakhiri sambutannya, JAM-Intelijen mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta rapat yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Ia berharap seluruh peserta sepakat dalam upaya penegakan hukum dan pembenahan tata kelola pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Acara Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Direktur Utama PT Timah Tbk, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Pj Walikota Pangkal Pinang, Pj Bupati Bangka, Bupati Bangka Tengah, Bupati Bangka Barat, Kepala Kejaksaan Negeri pada wilayah hukum setempat, serta Tim Pengamanan Pembangunan Strategis pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

Dengan rapat koordinasi ini, diharapkan tercapai kesepakatan dan komitmen bersama untuk memastikan pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikelola dengan lebih baik, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra