TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pembangunan jembatan penghubung di Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu, akhirnya memasuki tahap penyelesaian. Infrastruktur yang sejak lama dinantikan warga ini menjadi salah satu proyek prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, karena dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus: peningkatan mobilitas dan penanganan banjir di kawasan tersebut.
Jembatan baru ini juga akan hadir dengan identitas yang lebih dekat dengan budaya lokal. Melalui kesepakatan bersama antara tokoh masyarakat, ketua adat, dan para ketua RT di lingkungan Kebun Tebeng, jembatan ini resmi akan diberi nama Jembatan Air Cugung Patil. Pemilihan nama lokal itu dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah serta kearifan masyarakat setempat, sekaligus memperkuat rasa memiliki warga terhadap infrastruktur publik yang dibangun untuk mereka.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dilakukan dengan standar kualitas yang tinggi. Ia menegaskan bahwa dalam setiap proyek infrastruktur, Pemkot selalu memprioritaskan aspek keamanan dan daya tahan bangunan, agar fasilitas dapat digunakan dalam jangka panjang dan mendukung aktivitas warga secara optimal.
“Seluruh proses pembangunan kami pastikan mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Kualitas dan keamanan tetap menjadi prioritas utama. Kami ingin ketika jembatan ini selesai, masyarakat dapat menggunakannya dengan nyaman dan aman,” ujarnya saat ditemui pada Senin (01/12).
Menurutnya, progres di lapangan terus dikebut agar penyelesaian dapat sesuai target. Dengan dukungan berbagai pihak, jembatan ini ditargetkan rampung dan siap diresmikan pada minggu pertama Desember 2025. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dijadwalkan hadir langsung untuk meresmikan jembatan tersebut, menandai babak baru konektivitas bagi warga di Kelurahan Kebun Tebeng.
Kehadiran Jembatan Air Cugung Patil diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Selama ini, warga kerap menghadapi kesulitan akses, terutama ketika curah hujan tinggi. Genangan air dan kondisi jalan yang tidak stabil membuat mobilitas terganggu, baik untuk aktivitas harian maupun distribusi barang dan jasa. Dengan adanya jembatan baru yang lebih kokoh dan terencana, persoalan tersebut diharapkan dapat teratasi.
Selain itu, jembatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah kota dalam memperkuat jaringan infrastruktur dasar di wilayah perkotaan. Pemkot menilai bahwa pembangunan fasilitas publik yang merata merupakan kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Jembatan Air Cugung Patil siap menjadi urat nadi baru yang mendukung aktivitas harian warga, sekaligus bukti nyata komitmen Pemkot Bengkulu dalam menyediakan infrastruktur publik yang bermanfaat dan berkelanjutan,” tutup Noprisman.
Dengan hampir selesainya pembangunan ini, masyarakat Kebun Tebeng kini menunggu dengan penuh antusias peresmian resmi jembatan tersebut. Hadirnya Jembatan Air Cugung Patil bukan hanya menjadi solusi atas persoalan mobilitas dan banjir, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan warga dalam membangun Kota Bengkulu yang lebih maju.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra