KOTA BENGKULU.TEROPONGPUBLIK.CO.ID-Penutupan sekolah pada masa pandemi COVID-19 menimbulkan dampak yang merugikan anak-anak, seperti ketaktercapaian belajar, penurunan kemampuan siswa, rentan putus sekolah, semakin melebarnya ketimpangan pengetahuan, dan terganggunya perkembangan emosi dan kesehatan psikologis.
Melihat kenyataan ini, membuka kembali sekolah tatap muka di tengah situasi pandemi yang belum berakhir menjadi pilihan yang sangat perlu dipertimbangkan. Tentu, pada pelaksanaannya, pembelajaran tatap muka perlu dilakukan secara hati-hati. Protokol kesehatan harus dipraktekkan secara ketat.
Pada saat yang sama, sekolah perlu mengupayakan pemulihan penurunan kemampuan siswa agar siswa memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga tidak semakin tertinggal akibat learning loss. Penutupan sekolah di Indonesia akibat pandemi COVID-19 telah berlangsung sejak Maret 2020.

Paud SD 58 BengkuluKota telah melakukan belajar tatap muka dengan merindukan anak-anak dalam masa pandemi insakallah tetap menjaga kondisi anak-anak sehat untuk mengikuti selalu protokol kesehatan yang di programkan oleh pemerintah daerah dan RI,dalam masa pandemi ini. "Harapan para pendidik SD 58 ini berdoa agar berlalu nya wabah virus Corona akan berakhir dalam waktu yang cepat agar para penerus bangsa ini akan dapat menggali ilmu untuk meneruskan cita-cita mereka menuju indonesia yang lebih baik."Diungkapkan oleh Kepala Sekolah SD 58 Meri Yanti Spd kepada media www.teropongpublik.co.id.
"Kami sangat merindukan anak-anak dalam masa pandemi ini,Semoga pemerintah, sekolah, dan orang tua dapat bekerja sama dalam memfasilitasi kegiatan belajar siswa baik di sekolah maupun di rumah. Anak-anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, baik secara tatap muka maupun jarak jauh,tutup Kepsek.(Abas Toni)