BENGKULU SELATAN.TEROPONGPUBLIK.COM>><< Dinding Bangunan jebol nyaris ambruk, plapon jebol, kayu kaso yang rapuh, kaca jendela pecah serta kerusakan beberapa bagian bangunan lainnya menjadi pemandangan cukup mencolok di SD Negeri 92 Telaga Dalam, Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.
Di sisi lain, terdapat fasilitas belajar seperti meja dan kursi tak lagi layak pakai menghiasi ruang belajar sekolah.
Hal ini ditemukan anggota Komisi III DPRD Bengkulu Selatan saat melakukan sidak menindaklanjuti laporan warga, Selasa (25/02/2020).

"Sangat memprihatinkan, kami sedih melihatnya, fasilitas belajar siswa masih ada yang seperti ini", ungkap Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Selatan Holman SE di lokasi.
Diketahui, SD yang mempunyai ruangan 6 kelas tersebut saat ini hanya ditempati lima kelas saja. Pasalnya, satu bangunan ruang kelas yang rusak parah nyaris roboh.
Menyikapi hal ini, anggota Komisi III DPRD Bengkulu Selatan, Rabu (26/02/2020) memanggil pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bengkulu Selatan untuk hearing bersama pihak sekolah.

Pantauan media ini, saat hearing, pihak anggota dewan meminta pihak Disdikbud menjelaskan soal minimnya sarana dan prasarana SDN 92 tersebut. Selanjutnya, pihak Disdikbud diminta segera mengevaluasi perencanaan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga dapat tersalurkan pada sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan.
Menanggapi permintaan anggota dewan, Kepala Disdikbud Bengkulu Selatan, Rispin Junaidi menyampaikan, bahwa SDN 92 untuk bantuan rehab pada tahun 2020 ini sudah dianggarkan Rp 120 juta. Untuk pengerjaannya bisa dimulai pada bulan Maret mendatang.
Dalam hal ini dirinya juga meminta kepada pihak sekolah untuk selalu koordinasi dengan baik, jangan sampai apa yang dilaporkan tidak sesuai dengan apa yang ada dilapangan. Terlebih soal kondisi sarana prasarana sekolah maupun kondisi bangunan fisik sekolah. (ADV)(JULIAN KENEDI)