Skip to main content

Kostum Disco Era 80-an Warnai Gerak Jalan Umum HUT RI ke-80 di Kota Blitar, RT 2 RW 13 Karanglo Curi Perhatian

Kostum Disco Era 80-an Warnai Gerak Jalan Umum HUT RI ke-80 di Kota Blitar, RT 2 RW 13 Karanglo Curi Perhatian

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kota Blitar benar-benar terasa di setiap sudut kota, khususnya di Aloon-aloon yang pada Minggu (10/8/2025) sore dipadati ribuan warga. Sorakan, tepuk tangan, dan gelak tawa pecah mengiringi gelaran gerak jalan umum yang diadakan oleh Pemerintah Kota Blitar.

Di antara puluhan kelompok peserta yang ikut serta, penampilan dari RT 2 RW 13 Kelurahan Karanglo, Kecamatan Sananwetan, menjadi sorotan utama. Dengan kostum warna-warni, kacamata hitam gaya retro, hingga aksesori bercorak mencolok khas tahun 80-an, mereka mengusung tema Disco yang membangkitkan nostalgia sekaligus menghadirkan keceriaan.

Ketua RT 2 RW 13, Dono Trisusilo, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih karena sejalan dengan semangat perayaan HUT RI ke-80. Menurutnya, era 80-an identik dengan kegembiraan, pesta, dan kebersamaan—sesuatu yang sangat relevan untuk dirayakan pada momentum kemerdekaan ini.

“Disco melambangkan semangat untuk bersenang-senang, melepaskan diri dari rutinitas, dan merayakan momen indah bersama-sama. Kami ingin menunjukkan bahwa merayakan kemerdekaan itu bukan hanya soal mengenang perjuangan, tapi juga mengisi kemerdekaan dengan kebahagiaan,” kata Dono saat ditemui di sela acara.

Ia juga menekankan bahwa warna-warni kostum yang dikenakan para peserta bukan sekadar hiasan, melainkan simbol Bhinneka Tunggal Ika—berbeda-beda tetapi tetap satu. “Ini juga simbol kekompakan warga kami dalam menyambut kemerdekaan RI ke-80. Kami datang dengan 36 pemuda dan pemudi yang kompak dari awal latihan hingga pelaksanaan,” imbuhnya.

Suasana di sepanjang rute gerak jalan semakin semarak ketika rombongan Karanglo melintas. Musik disco era 80-an mengalun keras dari pengeras suara yang dibawa tim pendukung, membuat penonton di pinggir jalan ikut bergoyang dan bersenandung. Anak-anak kecil berlari-lari mengikuti irama, sementara warga dewasa tak segan bertepuk tangan mengikuti beat lagu.

Selain hiburan, gerak jalan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga. Dono mengapresiasi semangat dan partisipasi aktif seluruh peserta. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga rasa kebersamaan ini agar tidak hanya muncul saat peringatan kemerdekaan.

“Saya berharap, ke depan masyarakat selalu bahagia dalam merayakan HUT RI, dan semoga pemerintahan sekarang mampu membawa kemakmuran seperti masa kejayaan Indonesia di era 70-an dan 80-an,” pungkasnya.

Acara gerak jalan umum ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-80 yang digelar Pemerintah Kota Blitar. Tidak hanya sebagai ajang olahraga dan hiburan, kegiatan ini juga menjadi momen untuk memperkuat rasa cinta tanah air, mengenang jasa pahlawan, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dan persatuan di tengah masyarakat.

Hingga sore menjelang malam, semangat warga belum juga surut. Di Aloon-aloon, para penonton masih setia menunggu peserta terakhir melintas. Gelaran ini membuktikan bahwa 80 tahun setelah proklamasi, semangat kemerdekaan tetap hidup—bukan hanya dalam ingatan, tetapi juga dalam kebahagiaan yang dirayakan bersama.

Pewarta : Agus Faisal 

Editing : Adi Saputra