Skip to main content

Merajut silaturahmi, Melangkah bersama memajukan Bengkulu.

provinsi bengkulu

PROVINSI BENGKULU. TEROPONGPUBLIK.COM - Bursa Efek Indonesia(BE) melalui Kantor Perwakilan Bengkulu
adakan silaturahmi dan Media Gathering dengan Insan Pers. Jumad 22/6/2019. Rumah makan Kalasan. Tanah patah Bengkulu. 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor BEI Perwakilan
Bengkulu, Bayu Saputra menyampaikan bahwa dalam acara ini untuk Perkembangan teknologi informasi menyebabkan terbukanya banyak saluran untuk bekerja di berbagai bidang, termasuk industri digital.Kehidupan yang rumit membuat dimungkiri menyebabkan masyarakat dunia tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan sesama.

Membuat manusia menjadi angkuh dan menyombongkan berbagai hasil yang telah dibuatnya dari perubahan tersebut.Sementara Agama Islam selalu mengijinkan umat untuk meminta ikatan persaudaraan atau tali silaturahmi.

provinsi bengkulu

"Untuk  pertumbuhan Pasar Modal di Indonesia,Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Bengkulu mencatat jumlah investor SID (Single Investor Identification) di Bengkulu sebanyak 4.197 orang per 31 Mei 2019. Angka tersebut mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan, sebanyak 646 dari bulan sebelumnya.Bayu Saputra mengatakan, dari jumlah investor SID di Bengkulu tersebut didominasi oleh kaum milenial". 

"Inilah yang menarik di Bengkulu,  kalau di luar pulau, justru yang rentan usia lebih tua lebih dominan main saham, sementara kalau di Bengkulu justru kaum-kaum milenial yang mendominasi," kata Bayu Saputra. 

Tercatat sebanyak 2.053 orang kaum milenial dengan rentang usia 18-25 tahun di Bengkulu yang ikut menjadi penyumbang saham. 

Sementara, untuk rentang usia 26-30 tahun sebanyak 687 orang,  rentang usia 31-40 tahun sebanyak 841, rentang usia 41-100 tahun hanya sebanyak 610 orang.

Menurut Bayu hal ini dipicu BEI yang tertuju pada kaum yang kaum intelek di dunia perkuliahan sehingga penyebarluasan informasi lebih tanggap. 

"Pertama kali kita ada di Bengkulu tahun 2016 akhir itu langsung kerja sama dengan kampus, Unib dan IAIN, ini lah ujung tombak penyebar luasan informasi pasar modal, karena kita merujuk pada orang intelek, tempat kaum intelek kan di kampus," terangnya. 

Bayu juga menyarankan kaum milenial lainnya untuk terbuka akan investasi saham dan mengajak masyarakat lainnya lebih pintar memilih wadah penampung modal saham.

"Harus pintar memilih mana yang investasi sungguhan dan investasi bodong. Kalau investasi bodong mungkin sekali atau dua kali masih untung, tapi untuk jangka panjang siap-siap jatuh mendadak," tutupnya.(AMENG)