TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemutaran film Istimewa di Kota Bengkulu menjadi momentum yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat ruang kebersamaan bersama penyandang disabilitas.
Kegiatan nonton bareng (nobar) digelar di Cinema 21 Mega Mall Kota Bengkulu, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 16.35 WIB. Sejumlah teman-teman penyandang disabilitas dari berbagai perkumpulan turut hadir dan menikmati film tersebut secara bersama-sama.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Dr Sahat Marulitua Situmorang, hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut. Ia datang bersama istrinya, drg Kernawati Sianturi, dan memilih berbaur langsung dengan para peserta nobar.
Kehadiran Sahat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa agenda kebersamaan dapat menjadi sarana untuk membangun interaksi yang lebih dekat antara pemerintah dan komunitas penyandang disabilitas.
Film Istimewa sendiri mengangkat cerita tentang kehidupan lima anak penyandang disabilitas yang tinggal bersama di sebuah rumah yang mereka sebut sebagai Rumah Istimewa. Kelima tokoh tersebut adalah Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul.
Mereka menjalani kehidupan layaknya sebuah keluarga bersama Pak Mahendra, seorang ayah yang penuh perhatian, serta Mbak Kinan, sukarelawan yang dengan setia membantu merawat mereka.
Konflik cerita mulai berkembang ketika Pak Mahendra mendapat vonis kanker. Demi menghindarkan anak-anak dari kesedihan melihat kondisi dirinya yang semakin melemah, ia memilih pergi secara diam-diam.
Keputusan tersebut membuat kelima anak itu berusaha mencari sang ayah. Mereka kemudian menjalani perjalanan yang penuh tantangan hingga bertemu dengan Bagas dan Aji.
Pertemuan tersebut membawa mereka ke sebuah perjalanan baru ketika kisah mereka menjadi viral melalui panggung PWO. Kehadiran Ella kemudian menambah warna dalam perjalanan tersebut.
Film ini menggambarkan arti keluarga, persahabatan, ketulusan, kasih sayang, serta pentingnya saling memaafkan. Berbagai persoalan yang mereka hadapi menjadi ujian untuk mempertahankan ikatan sebagai sebuah keluarga.
Menariknya, film Istimewa juga melibatkan Anggi, influencer penyandang disabilitas asal Kota Bengkulu. Keterlibatan Anggi memberikan representasi sekaligus ruang bagi talenta penyandang disabilitas untuk hadir dalam industri perfilman.
Bagi peserta nobar, kehadiran film tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kisah penyandang disabilitas dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui cerita Istimewa, pesan tentang kesetaraan, penerimaan, persaudaraan dan kekuatan keluarga disampaikan melalui perjalanan para tokohnya. Rumah Istimewa yang kembali berdiri juga menjadi simbol bahwa kasih sayang dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai kehilangan dan perubahan kehidupan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra