TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya penanggulangan banjir di Kota Bengkulu terus menunjukkan hasil positif. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bergerak cepat melakukan normalisasi aliran sungai di Kelurahan Kandang Mas. Langkah tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat karena dinilai mampu mengurangi potensi banjir yang selama ini kerap menghantui warga saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Apresiasi datang dari gabungan warga RT 41, RT 48, RT 52, RT 25, dan RT 38 Kelurahan Kandang Mas. Mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada DPUPR Kota Bengkulu atas selesainya pengerukan dan pembersihan sedimentasi sungai yang sebelumnya mengalami pendangkalan cukup parah.
Ucapan terima kasih itu disampaikan langsung saat peninjauan hasil pekerjaan normalisasi sungai yang turut dihadiri Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Bengkulu Agus Suhendra Wijaya bersama jajaran staf Bidang SDA.
Warga menilai pengerjaan normalisasi tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Selama ini, sedimentasi dan tumpukan sampah di aliran sungai menyebabkan air sering meluap ketika curah hujan meningkat. Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan ancaman banjir yang bisa merusak rumah maupun fasilitas lingkungan.
Salah satu perwakilan warga mengatakan, pengerjaan yang dilakukan pemerintah kota memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk terbebas dari genangan air yang selama ini menjadi persoalan rutin setiap musim hujan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah. Sekarang aliran sungai terlihat jauh lebih bersih dan lancar. Kami berharap kondisi ini bisa terus dijaga agar banjir tidak lagi menjadi ancaman bagi warga,” ujarnya.
Menurut warga, normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak karena wilayah Kandang Mas termasuk daerah yang cukup rentan terdampak luapan air. Dengan adanya pengerukan sedimen dan pembersihan aliran sungai, debit air diharapkan dapat mengalir lebih maksimal menuju saluran pembuangan utama.
Sementara itu, Kepala Bidang SDA DPUPR Kota Bengkulu Agus Suhendra Wijaya menegaskan bahwa kegiatan normalisasi sungai merupakan bagian dari program berkelanjutan Pemerintah Kota Bengkulu dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pengendalian banjir.
Ia menjelaskan, DPUPR terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan genangan dan pendangkalan sungai di sejumlah wilayah kota. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, terutama menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan.
“Normalisasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kota untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kami ingin memastikan fungsi drainase dan aliran sungai tetap optimal sehingga dapat meminimalisir risiko banjir,” terang Agus.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai arahan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny yang menaruh perhatian besar terhadap persoalan lingkungan dan penanganan banjir di kawasan permukiman warga.
Selain melakukan pengerukan sedimentasi, DPUPR juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dinilai menjadi faktor utama agar aliran sungai tetap lancar dan tidak kembali mengalami penyumbatan.
Pemerintah berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik. Sebab, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan sekitar.
Dengan rampungnya normalisasi sungai di Kelurahan Kandang Mas, masyarakat kini berharap ancaman banjir dapat ditekan secara signifikan. Warga juga optimistis kondisi lingkungan akan menjadi lebih aman, nyaman, dan sehat untuk ditempati.
Ke depan, Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen melanjutkan program penataan drainase dan normalisasi sungai di sejumlah titik lain yang dinilai rawan banjir. Langkah itu diharapkan mampu menciptakan sistem pengendalian air yang lebih baik demi melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra