TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Patroli gabungan antara pihak kepolisian dan Satpol PP Kota Bengkulu kembali menegakkan ketertiban malam. Kegiatan ini menyasar lokasi-lokasi strategis yang kerap menjadi titik nongkrong remaja hingga larut malam.
Pada Selasa malam (24/2/2026), Kasat Pol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, bersama tim gabungan, menyusuri sejumlah titik di Kota Bengkulu. Di Kelurahan Rawa Makmur, mereka menemukan sekelompok remaja duduk-duduk di depan Indomaret. Beberapa dari mereka masih berstatus pelajar SMA dan kedapatan merokok di teras minimarket hingga pukul 23.45 WIB.
Sebagai tindakan tegas, remaja tersebut diberikan sanksi fisik berupa push up dan langsung diminta pulang. Namun, kendala muncul karena motor yang mereka gunakan harus ditindak. Motor-motor tersebut tidak standar pabrikan—dengan knalpot brong, tanpa spion, nomor plat tidak lengkap, dan tanpa STNK—sehingga Sat Lantas Polresta Bengkulu menilang kendaraan dan membawanya ke kantor polisi. Akibatnya, para remaja terpaksa pulang dengan berjalan kaki atau menunggu dijemput orang tua.
Patroli malam itu dipimpin Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmad Hidayat, didampingi Wakil Walikota Ronny P.L. Tobing, Asisten II Sehmi, Kasat Pol PP Sahat Situmorang, Kepala Damkar Yuliansyah, Plt Kadis Dishub Toni Hastri Putra, Kepala BPBD IMade Ardana, dan Plt Kadis Sosial Abriadi.
Di titik lain, di depan Billiard Kelurahan Beringin Raya, tim gabungan kembali melakukan pemeriksaan. Beberapa pemuda duduk santai di luar hingga larut malam, termasuk seorang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau. Pemuda tersebut mengaku sebagai anggota Linmas. Anggota Sat Reskrim Polresta Bengkulu menegaskan, Linmas seharusnya membawa pentungan sebagai alat pengaman, bukan pisau yang berpotensi membahayakan.
Selain itu, tim patroli juga menegur sepasang muda-mudi yang sedang berada di lokasi. Polisi menelusuri keluarga si perempuan, yang ternyata tidak mengetahui anaknya keluar malam itu bersama seorang laki-laki yang tak dikenal. Awalnya, laki-laki tersebut mengaku si perempuan adalah adiknya, namun setelah dikonfirmasi polisi kepada orang tua, mereka baru mengaku hanya berteman. Petugas kemudian mendata, mengambil foto KTP, dan memastikan keduanya pulang dengan aman ke rumah masing-masing.
Sahat Marulitua Situmorang menyampaikan bahwa patroli malam ini bertujuan menegakkan ketertiban, memberikan edukasi tentang jam malam bagi pelajar, serta memastikan keamanan masyarakat di malam hari. “Ini bukan sekadar penindakan, tapi juga edukasi agar remaja memahami aturan dan tanggung jawabnya,” ujar Sahat.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmad Hidayat, menambahkan, patroli gabungan akan terus dilakukan di berbagai titik rawan yang sering digunakan anak-anak muda untuk nongkrong hingga larut malam. Selain menjaga ketertiban, kegiatan ini juga menekan potensi kejahatan, seperti penggunaan senjata tajam maupun kendaraan tidak layak jalan.
Wakil Walikota Ronny P.L. Tobing menekankan pentingnya peran orang tua dalam memantau anak-anak mereka. “Orang tua harus tahu aktivitas anaknya, terutama di malam hari. Jam malam bukan hanya aturan pemerintah, tapi juga demi keselamatan mereka,” katanya.
Patroli Siaga Kamtibmas di Kota Bengkulu ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah kota dan aparat kepolisian dalam menjaga ketertiban umum. Meski berfokus pada penegakan jam malam, kegiatan ini juga mengedukasi remaja tentang keamanan, keselamatan, dan pentingnya mematuhi peraturan.
Dengan langkah tegas namun tetap humanis, patroli malam ini berhasil menertibkan remaja, menindak motor tak standar, serta mengedukasi masyarakat, sehingga Kota Bengkulu lebih aman dan nyaman, khususnya di malam hari.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra