Skip to main content

Pelayanan Jemput Bola Pemkot Bengkulu Tuai Apresiasi Nasional

Pelayanan Jemput Bola Pemkot Bengkulu Tuai Apresiasi Nasional

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Di tengah suasana duka sebuah keluarga, orang nomor satu di Pemerintah Kota Bengkulu itu hadir langsung untuk memastikan seluruh kebutuhan administrasi dapat ditangani tanpa menyulitkan ahli waris.

Selasa malam, 3 Maret 2026, Dedy mendatangi rumah duka almarhumah Hj. Nurliyana binti Ramli Sukhti yang beralamat di Jalan Rinjani 7, Kelurahan Jembatan Kecil, Kecamatan Singaran Pati. Kehadiran Wali Kota bukan sekadar untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga membawa solusi nyata melalui program layanan terpadu “4 in 1” yang menjadi inovasi andalan Pemkot Bengkulu.

Dalam kunjungan tersebut, Dedy didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu dari pusat yakni Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Taspen (Persero), Diyantini Soesilowati. Kehadiran jajaran pejabat ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan pelayanan publik berjalan hingga menyentuh langsung rumah warga.

Suasana malam ketiga wafatnya almarhumah berlangsung khidmat. Di hadapan keluarga dan para pelayat, Dedy menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, baik secara pribadi maupun mewakili Pemerintah Kota Bengkulu. Ia berharap almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.

“Semoga almarhumah diampuni segala kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” ucap Dedy dengan penuh empati.

Namun, tak hanya doa yang dibawa. Pada kesempatan itu, Dedy juga menyerahkan langsung dokumen dan hak-hak administratif kepada ahli waris melalui program 4 in 1. Layanan ini dirancang agar keluarga yang sedang berduka tidak lagi direpotkan dengan proses birokrasi yang panjang dan melelahkan.

Adapun dokumen yang diserahkan meliputi Akta Kematian yang telah diterbitkan, Kartu Keluarga (KK) terbaru dengan pembaruan data, KTP Elektronik dengan status terbaru bagi pasangan yang ditinggalkan, serta bantuan santunan jaminan kematian. Seluruh berkas tersebut diproses secara cepat dan terintegrasi oleh dinas terkait, sehingga keluarga tidak perlu bolak-balik mengurus ke kantor pelayanan.

Program 4 in 1 ini menjadi bukti transformasi pelayanan publik di Kota Bengkulu yang semakin responsif dan humanis. Pemerintah tidak lagi menunggu warga datang ke kantor, melainkan hadir langsung ke rumah duka untuk menyerahkan dokumen yang dibutuhkan. Dengan pola jemput bola ini, beban psikologis keluarga dapat sedikit diringankan.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Taspen (Persero), Diyantini Soesilowati, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemkot Bengkulu sangat progresif dan berdampak langsung pada percepatan proses klaim jaminan kematian maupun hak pensiun.

Ia menilai integrasi data antara pemerintah daerah dan PT Taspen mempermudah verifikasi administrasi, sehingga hak ahli waris bisa diproses lebih cepat dan tepat. “Program 4 in 1 ini sangat luar biasa. Kami dari PT Taspen merasa sangat terbantu. Ini adalah contoh pelayanan yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Diyantini bahkan menyampaikan komitmen untuk mendukung penuh program tersebut. Ia membuka peluang agar konsep serupa dapat diterapkan di daerah lain melalui cabang-cabang PT Taspen di seluruh Indonesia. Menurutnya, inovasi yang memberikan manfaat nyata seperti ini layak direplikasi secara nasional.

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Bengkulu dan PT Taspen menjadi contoh sinergi yang efektif dalam pelayanan publik. Dengan sistem yang terintegrasi, pengurusan dokumen kematian hingga pencairan santunan dapat dilakukan lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.

Bagi masyarakat Kota Bengkulu, kehadiran program 4 in 1 bukan sekadar inovasi administratif, tetapi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya di saat-saat paling sulit. Langkah ini memperlihatkan bahwa pelayanan publik tidak hanya soal prosedur, melainkan juga tentang empati dan kehadiran.

Melalui pendekatan yang cepat, terpadu, dan menyentuh langsung keluarga terdampak, Pemkot Bengkulu ingin memastikan tidak ada warga yang merasa sendirian ketika menghadapi musibah. Pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai pendamping dan pelayan masyarakat secara utuh.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra