TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Yusran Fauzi, ST, mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi dampak buruk musim hujan dan peningkatan volume sampah di wilayah tersebut. Secara simbolis, dia menyerahkan bantuan berupa 5 motor roda tiga untuk 5 kecamatan serta 150 tong sampah untuk 15 kecamatan. Selain itu, bibit tanaman produktif seperti durian, pinang, dan meranti juga turut disalurkan.
Seremoni penyerahan bantuan dilakukan setelah apel bersama di halaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada pukul 10.00 WIB. Sekda Yusran Fauzi menyerahkan secara langsung motor roda tiga, sementara Camat Curup Selatan, Agustianto, menerima bantuan secara simbolis.
Menurut Sekda, langkah ini diambil mengingat kini sedang berlangsung musim hujan dan buah. Pada kondisi ini, volume sampah atau limbah buah meningkat, dan jika tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan penyumbatan drainase jalan. Dampaknya, saat hujan, air dapat meluap keluar dari drainase, menciptakan potensi banjir.
"Saat ini sedang musim hujan dan musim buah. Sehingga, volume sampah atau limbah buah meningkat. Jika dibuang sembarangan, dapat menyumbat drainase jalan. Dampaknya ketika hujan maka air akan meluap keluar dari drainase. Untuk itu, kita perlu mengimbau seluruh warga untuk sadar agar tidak membuang sampah sembarangan," ungkap Sekda Yusran Fauzi.
Bantuan tidak hanya mencakup pengelolaan sampah, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kualitas lingkungan dengan menyertakan bibit tanaman produktif. Langkah ini sejalan dengan visi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau.
Sementara itu, Asisten I Setdakab, Pranoto Majid, SH, M.Si dan Asisten II, Dr. Asli Samin, S.Kep, M.Kep menyerahkan secara simbolis tong sampah dan bibit pohon produktif. Pranoto Majid menekankan pentingnya kerjasama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dalam keterangannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dhendi Novianto, SKM menyampaikan bahwa pada tahun 2023, DLH telah menambahkan 2 armada truk sampah yang disiagakan di wilayah lembak. Tahun 2024 ini, DLH bersiap dengan persiapan lebih matang, menyediakan 325 tong sampah dari drum, 160 tong sampah berbahan fiberglass, 5 motor roda tiga, dan 1 mobil pick-up.
"Dalam 15 tahun kedepan, TPS Desa Tasik Malaya dan TPA Jambu Keling akan penuh. Sehingga dibutuhkan lokasi baru," tambah Dhendi Novianto, merujuk pada rencana penambahan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Guru Agung, Padang Ulak Tanding. Sebagai tindakan preventif, pihak berwenang mengusulkan lokasi baru guna mengelola sampah dengan lebih efisien.
Dhendi Novianto juga mengajak desa-desa stunting dan desa wisata untuk mengusulkan kebutuhan tambahan, sejalan dengan upaya memastikan bahwa setiap desa mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten tampaknya serius dalam menghadapi tantangan lingkungan dan sampah, menjadikan keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama. Semoga upaya ini dapat mengajak partisipasi aktif masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Pewarta: Gunawan
Editing : Adi Saputra